Malang, Berpola – Festival Mbois ke-10 yang berlangsung pada 6–10 November di Malang Creative Center (MCC) menjadi ajang edukatif bagi masyarakat untuk melihat secara langsung koleksi naskah kuno Nusantara. Berlokasi di lantai 3 gedung MCC, pameran tersebut menarik perhatian banyak pengunjung, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga pemerhati sejarah dan budaya.
Puluhan manuskrip bersejarah dipamerkan dalam etalase khusus, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memahami lebih dekat jejak literasi dan intelektual bangsa di masa lampau. Pameran ini memberikan pengalaman unik, di mana beberapa naskah bahkan dapat diamati dari jarak dekat sehingga pengunjung dapat merasakan detail fisik dan tekstur dokumen yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun.
Antusiasme terlihat jelas sejak awal kegiatan. Banyak pengunjung menyempatkan diri berhenti di depan stan untuk mengamati bentuk tulisan, aksara, serta bahan naskah yang digunakan pada masa lampau. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pelestarian warisan budaya.

Perpustakaan Puspa Lulut Hadirkan Manuskrip untuk Publik
Koleksi manuskrip kuno tersebut berasal dari Perpustakaan Sejarah dan Budaya (PSB) Puspa Lulut yang dimiliki oleh Lulut Edi Santoso, seorang pendidik seni dan budaya di SMAN 3 Kota Malang. Selama bertahun-tahun, ia mengumpulkan berbagai naskah sebagai bentuk dedikasi terhadap pelestarian khazanah budaya Nusantara.
Baca juga : Terinspirasi Prasasti Sangguran, Joglo Pawiyatan Lahirkan Batik Beraksara Kawi
Menurut Lulut, kesempatan untuk memperlihatkan koleksi ini kepada publik merupakan langkah penting dalam mengenalkan nilai historis dan ilmiah dari manuskrip tradisional. “Banyak masyarakat belum pernah melihat naskah kuno secara langsung. Melalui pameran ini, kami ingin menumbuhkan apresiasi dan kesadaran betapa kayanya warisan budaya bangsa. Harapannya, semakin banyak pihak yang tertarik untuk mempelajari dan menjaga naskah-naskah tersebut,” ujar Lulut, Sabtu (9/11/2025)
Pengunjung Mendapatkan Pengalaman Edukatif
Banyak pengunjung mengaku baru pertama kali melihat naskah kuno secara langsung. Interaksi tersebut memberikan pengalaman baru dan memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sejarah bangsa. Selain mendapatkan wawasan budaya, pengunjung juga dapat berdiskusi langsung dengan tim Perpustakaan Puspa Lulut mengenai isi, konteks, dan sejarah naskah.
Pameran pada Festival Mbois ke-10 ini menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan literasi Nusantara kepada generasi kini. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan serupa diharapkan dapat terus digelar dan menjadi inspirasi bagi upaya pelestarian budaya serta pengembangan sektor kreatif di masa mendatang.