Siswa Grafika Antusias Jalani Tes Kemampuan Akademik Perdana

Situasi pelaksanaan TKA di Grafika (Foto: Ist/Berpola)

Meski tak wajib, TKA di SMKN 4 Malang berlangsung lancar dan penuh semangat kolaborasi.

Malang, Berpola- Suasana pagi di Jalan Tanimbar, Kota Malang, terasa berbeda pada pekan itu. Di tengah kegiatan praktik kerja lapangan (PKL) yang masih berjalan, ratusan siswa SMKN 4 Malang yang akrab disebut Grafika, berbondong-bondong datang ke sekolah. Mereka bersiap mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana untuk jenjang SMA/SMK/MA.

Meski pelaksanaan TKA ini tidak menentukan kelulusan, semangat para siswa tetap tinggi. Bagi mereka, ujian ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari kesiapan menuju masa depan.

Menakar Kemampuan Potensi Akademis, Bukan Hasil Pembekalan TKA atau Bimbel

Kepala SMKN 4 Malang, Dr. Drs. Gunawan Dwiyono, S.ST, M.Pd, menegaskan dukungannya terhadap program TKA yang digagas pemerintah. Menurutnya, ujian ini seharusnya tidak memerlukan pembekalan khusus seperti Ujian Nasional, karena fokusnya bukan pada hafalan.

“Saya berharap TKA menjadi sarana mengukur kemampuan nalar, bukan sekadar kognitif. Di SMK, yang utama adalah kompetensi kemampuan menghasilkan produk dan jasa. Maka pembelajarannya pun berbasis proyek, bukan hafalan,” terang Gunawan.

Dengan semangat kolaborasi dan dukungan semua pihak, pelaksanaan TKA di SMKN 4 Malang menjadi cerminan kesiapan siswa vokasi menghadapi tantangan pendidikan masa kini.

Baca juga : Mayang Anggrian, Jembatan antara Kampus dan Jalanan Seni

Persiapan Matang, Pelaksanaan Lancar

Situasi pelaksanaan TKA di Grafika (Foto: Ist/Berpola)

Sebelum TKA digelar, pihak sekolah telah mengadakan gladi bersih agar pelaksanaan berjalan lancar. Grafika sendiri mengikuti ujian pada gelombang dua, dengan dua sesi dan total peserta mencapai 768 siswa.

Karena sebagian besar siswa sedang PKL, pelaksanaan ujian menyesuaikan lokasi mereka. Siswa yang masih berada di sekitar Malang mengikuti ujian di sekolah, sementara yang PKL-nya jauh diberi kesempatan menumpang di sekolah terdekat seperti SMKN 1 Denpasar, SMKN 7 Ambon, SMKN 27 Jakarta, dan SMKN 35 Jakarta.

Menariknya, SMKN 4 Malang juga menjadi tempat ujian bagi siswa dari sekolah lain yang tengah PKL di Malang, di antaranya SMK Telkom Banjarbaru dan SMKN 3 Maumere.

“Kami tidak hanya melepas siswa kami ujian di luar, tapi juga menerima peserta dari luar daerah. Semangat kolaborasi ini yang membuat pelaksanaan TKA terasa istimewa,” ujar Eko Wahyudi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 4 Malang.

Baca juga : Kolaborasi Tiga Sekolah, Literasi Camp ke-7 Tingkatkan Wawasan Literasi

Sosialisasi Sejak Awal Tahun

Persiapan TKA sudah dimulai sejak Agustus. Sekolah membentuk panitia internal untuk melakukan sosialisasi kepada industri mitra, orang tua, dan siswa karena sebagian besar sedang PKL. Sosialisasi ini penting agar semua pihak memahami perannya masing-masing.

“Setelah sosialisasi, kami melakukan pendataan untuk menentukan lokasi ujian. Siswa juga dibekali pembelajaran jarak jauh, lalu kembali ke sekolah seminggu sebelum ujian untuk mendapat bimbingan, penguatan, dan simulasi,” jelas Eko.

Meskipun waktu persiapan terbilang singkat, antusiasme siswa tetap tinggi. Mereka menyadari pentingnya TKA sebagai tolok ukur kemampuan berpikir dan bernalar.

“Siswa SMK sekarang sudah sadar, mereka bisa diajak kolaborasi dan tertib,” ungkapnya bangga.

Bagi para siswa Grafika, ujian kali ini bukan akhir dari proses belajar melainkan awal dari cara baru memahami kemampuan diri.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *