Festival Mbois 11 Segera Digelar di Gajayana, Tiga Hari Penuh Musik dan Energi Kreatif Malang

Malang, Berpola— Kota Malang bersiap menyambut Festival Mbois 11: Sound of Malang Menyala, yang akan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Stadion Gajayana. Selama tiga hari, panggung festival akan diisi puluhan musisi dengan warna musik yang beragam, menjadikannya salah satu agenda yang menarik untuk dinantikan para penikmat musik di Malang dan sekitarnya.

Festival Mbois 11 tidak hanya menghadirkan pertunjukan musik. Gelaran ini membawa semangat untuk mempertemukan berbagai energi kreatif yang tumbuh di Kota Malang, mulai dari musik, seni rupa, media art, literasi, media, hingga komunitas.

Di panggung utama, penonton akan disuguhi penampilan musisi yang berbeda setiap harinya.

Pada hari pertama, 21 Agustus, panggung Sound of Malang Menyala akan diramaikan Begundal Lowokwaru, Rebellion Rose, Iksan Skuter, Red Valley, D’Kross, Antiphaty, Arema Voice, Kastil, Flying Dutchman, Terraces 88, Can A Rock, Anti Superior, Wartruth, Puredawn, dan The Binals.

Berlanjut pada 22 Agustus, giliran Tropical Forest, Coldiac, Samlion, Apa Rapper, Kenny Jacta, Semalam Suntuk, Wara Valerie, Roovsite, Jester, Saharsa, Bonerutzy, Loyal Blues Men, Jesse Asa, Whispair, Picky Blind, dan Hepilogue yang akan mengisi panggung.

Baca juga : Festival Mbois 11, Taruhan Kota Malang Membuktikan Predikat UNESCO Creative City

Sementara hari ketiga, 23 Agustus, akan menghadirkan Stand Here Alone, MCPR, Ajeng Febria, Arca Tatasawara, Tani Maju, Yobis Siboy, Kos Atos, KB Mlebu Metu, Riam Remo, Keroncong Bandar Angin Satrio Mboys & Genk, Tribun Perkusi, serta Gajayana Menyala.

Deretan nama tersebut menunjukkan bahwa Festival Mbois 11 tidak terpaku pada satu warna musik. Beragam karakter dan genre akan bertemu selama tiga hari, memberikan pilihan pengalaman yang berbeda bagi pengunjung.

Menariknya, perjalanan Festival Mbois 11 juga tidak hanya berlangsung di dalam Stadion Gajayana. Semangat kreativitas telah dibawa ke berbagai ruang kota, mulai dari Alun-Alun, JPO, mural, kawasan Kayutangan, hingga Car Free Day.

Hal tersebut menjadi bagian dari gagasan besar Malang Menyala: menjadikan kreativitas sebagai bagian dari kehidupan kota dan mempertemukan masyarakat dengan berbagai karya serta komunitas yang tumbuh di dalamnya.

Presale 1 Berakhir, Tiket Festival Mbois 11 Berlanjut

Antusiasme menuju Festival Mbois 11 juga telah terlihat dari penjualan tiket. Presale 1 resmi ditutup, dan penjualan kemudian berlanjut ke Presale 2 dengan harga Rp56.000 untuk akses satu hari festival.

Baca juga : Festival Mbois 11: Malang Menyala, Menghidupkan Ruang Publik dan Ekosistem Kreatif Kota

Tiket tersedia melalui BRImo maupun website resmi penjualan tiket Festival Mbois 11. Presale 2 sebelumnya dijadwalkan berlangsung hingga 16 Agustus 2026, sehingga bagi calon penonton yang belum mengamankan tiket, penting untuk segera mengecek ketersediaan dan harga tiket terbaru sebelum hari pelaksanaan.

Dengan pelaksanaan yang tinggal menghitung hari, Festival Mbois 11 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati musik secara langsung sekaligus merasakan atmosfer pertemuan berbagai komunitas kreatif di Kota Malang.

Tiga hari di Stadion Gajayana bukan hanya soal menonton musisi favorit. Ada kesempatan untuk bertemu teman, menemukan musik baru, menikmati suasana festival, sekaligus menjadi bagian dari energi kreatif yang sedang tumbuh di Malang.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *