Dempo Fair, Laboratorium Nyata Siswa untuk Bereksperimen dan Berkarya

Dempo Fair: Laboratorium nyata bagi siswa SMA Dempo untuk bereksperimen, berkarya, dan menyalurkan potensi seni yang dimiliki.(Foto: Ist/ Berpola)

Malang, Berpola — Masa sekolah kerap menjadi periode paling manis, tempat eksplorasi diri tumbuh dan berkembang. Di titik inilah, SMAK Dempo Kota Malang menampilkan Dempo Fair sebagai puncak perayaan pentas seni tahunan sekolah.

Acara ini sepenuhnya digerakkan oleh para siswa, yang menampilkan keahliannya di berbagai bidang seperti tari tradisional, band, barongsai, hingga karawitan. Tahun ini, Dempo Fair juga menghadirkan Bernadya dan Coldiac sebagai bintang tamu yang memeriahkan puncak acara.

Dari Siswa, oleh Siswa, untuk Siswa

Suasana kebersamaan di Dempo Fair 2025, ajang kreativitas yang melibatkan siswa dan guru dalam merancang hingga menyukseskan setiap kegiatan.(Foto: Ist/Bepola)

Persiapan acara dilakukan sepenuhnya oleh siswa dan telah berlangsung selama hampir delapan bulan. Semua proses, mulai dari perencanaan, publikasi, hingga pelaksanaan, menjadi ruang belajar nyata bagi mereka.

“Kami membuka kesempatan kepada siswa untuk belajar lewat berbagai macam persiapan acara ini. Kami percaya pengalaman tersebut menumbuhkan kepercayaan diri mereka di masa depan,” ujar Bernardus Purnawan, atau akrab disapa Wawan, penanggung jawab Dempo Fair sekaligus pembina OSIS SMAK Dempo Kota Malang, Selasa (4/11/2025).

Dempo Fair digambarkan sebagai laboratorium besar, tempat siswa bebas menjajaki dan bereksperimen dalam berbagai bidang. Tidak hanya menonjolkan sisi kesenian, acara ini juga menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan di bidang organisasi, bisnis, dan kewirausahaan.

Baca juga : SMA Negeri Taruna Nala Tingkatkan Budaya Literasi Lewat Kolaborasi dengan SMKN 4 Malang

Belajar dari Lapangan: Dari Proposal hingga Pelayanan

Selama acara berlangsung, siswa juga diberi kesempatan untuk berwirausaha dengan membuka stand makanan dan produk kreatif. Setiap tenant melalui proses seleksi ketat, mulai dari pengajuan proposal bisnis, perencanaan dana, hingga penyajian produk.

“Kami ingin siswa mengembangkan potensi terpendamnya. Mereka memang harus pintar secara akademik, tapi di sini kami juga mengajarkan life skill,” tutur Wawan.

Selain berwirausaha, siswa belajar mengasah kemampuan berorganisasi dan bekerja sama. Mereka terjun langsung dalam dinamika sosial yang menuntut kemampuan mengatur, berkomunikasi, serta mempersiapkan segala hal secara matang.

“Ini menjadi tantangan bagi kami sebagai guru, bagaimana berdiskusi dan menyamakan persepsi dengan siswa,” tambahnya.

Baca juga : Tumbuh Bersama, SMAN 1 Lawang Raih Tiga Penghargaan di Ajang Provinsi

Bukan Sekadar Acara, tapi Pengalaman Hidup

Lebih dari sekadar ajang hiburan atau kegiatan sekolah, Dempo Fair menjadi wadah pembelajaran berharga. Sekolah berharap kegiatan ini tidak hanya menambah pengalaman berkarya, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kolaborasi, dan kemandirian bagi siswa.

“Tujuannya bukan mencari profit, tetapi memberikan pengalaman berharga yang akan menjadi bekal mereka di masa depan,” ujar Wawan menutup.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *