Kolaborasi Tiga Sekolah, Literasi Camp ke-7 Tingkatkan Wawasan Literasi

Foto bersama peserta dan panitia Literasi Camp ke-7 di Ledok Ombo. Kegiatan tahunan yang diinisiasi SMKN 4 Malang (Foto: Ist/ Berpola)

Kab Malang, Berpola – Pagi itu, suasana di kawasan Ledok Ombo, Kecamatan Tumpang, terasa segar dan penuh semangat. Di tengah hamparan alam terbuka yang dikelilingi pepohonan, puluhan siswa tampak sibuk mendirikan tenda, menyiapkan alat masak, dan menata peralatan sederhana. Bukan kegiatan pramuka atau perkemahan biasa, melainkan bagian dari Literasi Camp ke-7, yang kali ini digagas melalui kolaborasi tiga sekolah: SMKN 4 Malang (Grafika), SMA Taruna Nala, dan SMKN 12 Malang.

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari SMKN 4 Malang, yang sejak awal dikenal aktif dalam gerakan literasi dan pengembangan karakter siswa melalui kegiatan kreatif di luar kelas. “Kami ingin anak-anak belajar lebih luas, tidak hanya di ruang kelas, tapi juga di ruang-ruang yang membuat mereka berpikir dan berinteraksi secara nyata,” ujar Rukhan, salah satu penggagas kegiatan.

Baca juga : SMAN 2 Kota Malang Dorong Prestasi Siswa dengan UKBI

Vranola dari Berpola berbagi pengalaman jurnalistik kepada peserta Literasi Camp ke-7 (Foto: Dheny/Berpola)

Berbeda dari kegiatan belajar pada umumnya, para peserta diajak untuk lebih mandiri dan terbuka terhadap pengalaman baru. Mereka tidak hanya mengikuti sesi materi, tetapi juga harus memasak sendiri, bekerja sama dengan teman lintas sekolah, serta beradaptasi dengan suasana alam terbuka.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 8–9 November 2025, ini berkolaborasi dengan Berpola dan menghadirkan berbagai materi seputar literasi, jurnalistik, kepenulisan sastra, literasi masyarakat, serta kepemimpinan. Seluruh rangkaian dikemas dalam suasana santai namun bermakna, mengajarkan para peserta untuk berani berekspresi sekaligus melatih empati dan kerja sama.

“Anak-anak diajak untuk berpikir kritis dan menulis dari pengalaman mereka sendiri. Menulis itu bukan soal teori semata, tapi tentang bagaimana mereka jujur pada pikiran dan perasaan,” lanjut Rukhan.

Baca juga : Gelis Merdeka Konsisten Menumbuhkan Literasi di SMAN 1 Malang

Menurutnya, kegiatan seperti ini selalu menjadi momen yang paling dinantikan setiap tahun. Selain menambah wawasan baru, siswa juga berharap bisa membawa pulang pengalaman bermakna dan pembelajaran yang mendalam. Melalui interaksi lintas sekolah, mereka belajar bahwa literasi bukan hanya soal membaca dan menulis, tetapi juga tentang mendengar, berdialog, dan memahami sesama.

Suasana diskusi penuh semangat di Ledok Ombo, Kabupaten Malang. (Foto: Dheny/Berpola)

“Kalau mereka sudah terbiasa menulis, otomatis mereka akan haus bacaan,” tambahnya sambil tersenyum.

Kegiatan Literasi Camp ke-7 di Ledok Ombo ini menjadi bukti bahwa semangat belajar bisa tumbuh di mana saja bahkan di tengah alam terbuka yang jauh dari hiruk pikuk kota. Di sana, tenda-tenda bukan sekadar tempat beristirahat, melainkan ruang tumbuh bagi generasi muda yang siap menyalakan cahaya pengetahuan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *