Larik Yang Tak Diizinkan Bernyawa

Larik Yang Tak Diizinkan Bernyawa (Foto: Visualisasi buatan AI/Berpola)

Written by Sulistyo Wibowo

Kami dilahirkan dari rahim yang digelapkan sejarah,
Bukan oleh ibu,
Melainkan aksara yang enggan menjadikan kami arah.
Sejak mula, kami dijebak dalam jeda,
Tersesat di antara koma dan titik yang disusun tanpa asa.
Pena digenggam oleh tangan-tangan perkasa,
Menorehkan makna atas nama kuasa.
Sementara lidah kami dijahit benang tak kasat,
Dari ayat, dari adat, dari takut yang dirawat.
Kami ingin menyuarakan luka,
Namun huruf-huruf kami selalu gugur di ladang ejaan yang dicuriga.

Di altar budaya yang penuh asap dupa dogma,
Suara kami dibungkus kafan semantik,
Dituding najis, dibungkam dengan kamus kebajikan palsu.
Suara jadi nestapa,
Kami disebut aib yang mesti bungkam,
Meski malam dirampok dan siang ditikam.

Di jalanan kami dijadikan gema cacian,
Di ruang wakil rakyat kami hanya jeda yang disela.
Sementara suara kami diringkus dengan mantra tentang malu dan norma,
Mereka berdiri di podium,
Mengumandangkan retorika seakan langit hanya pantas mendengar satu suara
jenis manusia.

Diam disebut emas yang mulia,
Padahal hanya jeruji bernama “bijaksana”.
Sementara mereka bebas bersabda,
Kami terkunci dalam kata-kata yang dianggap cela.
Kami bukan ladang untuk janji musim kemarau,
Bukan artefak yang ditatap lalu dilupakan.
Kami adalah tubuh, bukan bayang-bayang.

Kami menulis dengan tinta luka,
Kami bicara dalam metafora bara.
Bukan sebatas kata, bukan hanya rima,
Tapi luka yang ditulis agar dunia tak lupa.
Kami bukan tanah liat yang pasrah dibentuk,
Lewat sajak, kami menyalakan yang redup,
Menghidupkan kata dari arang-arang bisu,
Dengan bait yang terbang melintasi pagar-pagar tabu,
Mengetuk jendela hati yang lama tertutup.

Karya Pemenang Juara 3 FSBB 2025
Sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat literasi dan kreativitas generasi muda, redaksi memuat ulang karya pemenang Lomba Cipta Puisi FSBB 2025. Karya ini telah melalui proses kurasi panitia dan dimuat kembali dengan izin penulis untuk tujuan nonkomersial dan edukatif.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *