Pasaraya Sehat, Belajar Transaksi Sambil Menanamkan Hidup Sehat Sejak Dini

Para siswa dan guru TK Pembina 1 berfoto bersama usai gelaran Pasaraya Sehat. (Foto: Ist/Berpola)

Malang, Berpola- TK Pembina 1 Kota Malang kembali menggelar kegiatan tahunan bertajuk Pasaraya, program berkelanjutan yang menjadi puncak rangkaian kegiatan ko-kurikuler di sekolah itu. Setelah sebelumnya siswa mengikuti Kelas Inspirasi bersama para orang tua murid, kini Pasaraya hadir sebagai ruang belajar langsung melalui simulasi jual beli di lingkungan sekolah.

Dirancang untuk memantapkan nilai sosial, Pasaraya mempertemukan siswa, guru, dan orang tua dalam interaksi sederhana namun penuh makna. Melalui proses membeli dan menjual barang, anak-anak diajak memahami konsep dasar transaksi dari mengenal uang hingga memilih barang yang mereka butuhkan.

Baca juga : Momen Haru di MATOS Saat Siswa KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang Merayakan Ayah sebagai Pahlawan

“Lewat Pasaraya, anak-anak dapat mempraktikkan cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, baik dengan teman sebaya maupun orang tua murid yang terlibat sebagai penjual atau pembeli,” ujar Ibu Tanti, guru yang menjadi penanggung jawab kegiatan.

Tahun ini, Pasaraya dikemas dengan tema Pasaraya Sehat. Para orang tua dan guru menyiapkan beragam makanan sehat, mulai dari sayuran hingga buah-buahan. Konsep ini sekaligus menyambung dengan program sekolah mengenai pola hidup sehat yang telah dilakukan sebelumnya, seperti pembuatan bekal sehat serta minuman sehat di kelas.

Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah penggunaan uang asli dalam transaksi. Sebelum acara berlangsung, siswa telah dikenalkan berbagai jenis uang dan cara menggunakannya.

“Dengan menggunakan uang asli, anak-anak dapat merasakan pengalaman bertransaksi yang sesungguhnya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Ibu Tanti, Senin (8/12/2025)

Baca juga : Belajar Tanpa Bosan, TA Zam Zam Menemukan Cara untuk Belajar Bahagia

Antusiasme siswa terlihat sejak pagi. Mereka datang membawa dompet kecil, tas mungil, serta uang yang sudah disiapkan dari rumah. Tanpa pendampingan langsung dari orang tua, anak-anak ditantang untuk menentukan pilihan, menghitung uang, hingga mengantre dengan tertib. Bagi sebagian dari mereka, pengalaman ini menjadi petualangan baru yang menyenangkan.

Dampaknya pun terasa. Anak-anak terlihat lebih percaya diri, berani bertanya, serta aktif berkomunikasi dengan penjual maupun teman-temannya. Mereka juga belajar menghargai peran orang lain yang berada di depan meja jualan.

“Kegiatan ini secara tidak langsung membentuk kemampuan berkomunikasi dan interaksi sosial anak-anak,” kata Ibu Tanti.

Melalui Pasaraya Sehat, sekolah berharap siswa tidak hanya mengenal beragam olahan sayur dan buah, tetapi juga memahami pentingnya hidup sehat sejak dini. Lebih dari itu, simulasi pasar kecil ini menghadirkan pembelajaran tentang kehidupan sosial yang dikemas secara menyenangkan dan penuh makna.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *