Pemudik Pengguna Kereta Cepat Whoosh: Pengalaman yang Cepat dan Efisien

Kereta Cepat Whoosh menjadi pilihan baru bagi para pemudik untuk pulang kampung menjelang Lebaran. Sebanyak 15 ribu penumpang antusias memadati Stasiun Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Halim pada Sabtu (6/4).

Dinda, seorang pemudik asal Bandung, membagikan alasan dia memilih Kereta Cepat Whoosh untuk pulang kampung.

“Saya biasanya menggunakan travel ke Bandung hampir setiap minggu, tapi kali ini saya memutuskan untuk liburan Lebaran. Saya memilih Whoosh untuk menghindari kemacetan dan membuat perjalanan lebih nyaman,” ujar Marwa kepada kumparan pada Sabtu (6/4).

Meskipun begitu, dia merasa pengalaman perjalanan dengan Whoosh tidak seperti kebanyakan pemudik.

“Tapi bukan seperti mudik, karena perjalanan sangat cepat dan dekat,” tambahnya.

Waktu tempuh dari Halim ke Tegalluar menggunakan Whoosh berkisar antara 30-45 menit. Kereta ini memiliki kecepatan operasional hingga 350 km/jam.

Seorang warga Jakarta, Hasan, yang menemani pasangannya mudik, juga menceritakan alasan dia memilih kereta cepat sebagai moda transportasi.

“Karena kehabisan tiket lainnya, akhirnya kami memilih Whoosh. Tapi kami sudah terbiasa naik Whoosh dan selalu merasa nyaman,” ungkapnya.

Lika menyatakan bahwa pilihannya dipertimbangkan dengan baik, memperhitungkan faktor harga dan waktu perjalanan.

“Dibandingkan dengan moda transportasi lain, ini jauh lebih efisien. Kami membeli tiket dengan harga dan waktu yang terukur, sehingga kami tidak merasa lelah di perjalanan,” tuturnya.

Dia dan pasangannya berencana untuk kembali menggunakan kereta cepat untuk pulang ke Jakarta nanti.

KCIC menetapkan periode angkutan Lebaran berlaku dari 3 hingga 18 April. Selama periode tersebut, terdapat 40 perjalanan reguler dan 12 perjalanan tambahan setiap harinya.

Sejak H-5 Lebaran, pada Jumat (5/4), jumlah penumpang terus meningkat dan mencapai 15 ribu. Pihak KCIC memperkirakan bahwa jumlah penumpang akan terus bertambah hingga hari Lebaran.