Merayakan Hari Ibu dengan Busana Daur Ulang, Belajar Cinta Lingkungan Sejak Usia Dini

Anak-anak TK Negeri Pembina 1 Kota Malang menerima nominasi dalam kegiatan fashion show ibu dan anak berbahan daur ulang pada peringatan Hari Ibu. (Foto: Ist/Berpola)

Malang, Berpola- Pagi itu, aula TK Negeri Pembina 1 Kota Malang tak sekadar menjadi ruang pertunjukan. Ia menjelma menjadi panggung kecil penuh warna, tawa, dan kebanggaan, tempat ibu dan anak berjalan berdampingan, mengenakan busana dari plastik dan kertas bekas, merayakan Hari Ibu dengan cara yang sederhana namun sarat makna.

Satu per satu pasangan ibu dan anak melangkah di atas panggung. Ada gaun dari kantong plastik berwarna cerah, ada pula rompi dari kertas bekas yang disusun rapi. Di balik busana itu, tersimpan proses panjang: menggunting, menempel, berdiskusi, dan tertawa bersama di rumah. Bagi anak-anak, inilah pengalaman belajar yang tak tercatat di buku pelajaran.

Kepala TK Negeri Pembina 1 Kota Malang, Niken Dwi Hastuti, mengatakan kegiatan fashion show ini dirancang sebagai pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual. Anak-anak tidak hanya tampil, tetapi juga diajak memahami nilai di balik prosesnya.

Baca juga: Belajar Bersama Keluarga, KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang Perkuat Pendidikan Karakter Anak


“Busana yang ditampilkan dibuat dari bahan bekas seperti plastik dan kertas. Anak-anak dan ibu berkreasi bersama sambil belajar peduli terhadap lingkungan,” ujar Niken, Senin (22/12/2025)

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ibu sekaligus program kerja mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tengah menjalani Asistensi Mengajar di sekolah tersebut. Kolaborasi ini mempertemukan dunia pendidikan anak usia dini dengan semangat kreativitas generasi muda.

Bagi Niken, fashion show ini bukan tentang siapa yang paling menarik di atas panggung. Lebih dari itu, anak-anak belajar berani tampil, menumbuhkan rasa percaya diri, dan mengekspresikan diri bersama sosok yang paling dekat dalam hidup mereka—ibu.
“Lewat kegiatan ini, anak-anak belajar tampil bersama ibu, belajar percaya diri, dan belajar menghargai peran ibu dalam kehidupan mereka,” katanya.

Baca juga : Belajar Tak Selalu di Kelas, Anak PAUD SKB Kabupaten Malang Menjelajah Dunia Air

Dukungan sejumlah pihak turut menyemarakkan acara. Sponsor seperti Hisana, Chilgo, Citra School of Music Malang, Jatim Park 1, dan Cerebrofot membantu kelancaran kegiatan, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat tumbuh melalui kerja bersama berbagai elemen.

Sejak tahap persiapan, antusiasme peserta terasa kuat. Para ibu tampak terlibat penuh, mendampingi anak-anak merancang busana dari bahan sederhana. Di panggung, kebersamaan itu tercermin dalam langkah yang serasi dan senyum yang tak dibuat-buat.

Melalui peringatan Hari Ibu ini, TK Negeri Pembina 1 Kota Malang ingin meninggalkan lebih dari sekadar kenangan. Sekolah berharap anak-anak membawa pulang pengalaman tentang kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan—nilai-nilai kecil yang, kelak, tumbuh besar dalam kehidupan mereka.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *