
Kab. Malang, Berpola— Menjunjung visi sebagai sekolah berbasis Islam dan teknologi, SMA Islam Kepanjen terus menggencarkan Double Track Empowering Program. Program unggulan ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi siswa sekaligus menyiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.
Melalui penguatan akademik yang dipadukan dengan keterampilan praktis, program ini menjadi upaya nyata sekolah dalam menjawab tantangan era kompetisi tinggi. Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2009 hingga kini, Double Track Empowering Program konsisten memberikan bekal dasar yang relevan dan aplikatif bagi seluruh peserta didik, sehingga mereka tak hanya unggul secara teori, tetapi juga terampil secara profesional.
Baca juga : SMKN 1 Kepanjen Buktikan Komitmen Ciptakan Alumni Unggul dan Berkarakter
Solusi Alternatif bagi Siswa Non-Kejuruan
Program ini dirancang sebagai solusi bagi siswa SMA yang tidak mendapatkan pelatihan kejuruan formal sebagaimana di SMK.
“Melalui Double Track Empowering Program, kami ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya kuat dalam akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha.” Ujar Didik Sunariyanto, S.Pd. selaku salah satu penanggungjawab dalam pengadaan program tersebut (9/12/2025).

Program yang mulai berjalan pada semester ini menawarkan beberapa jalur keterampilan, antara lain tata boga, TKJ, otomotif, dan DKV. Setiap bidang dipandu oleh instruktur profesional dari dunia industri serta didampingi oleh guru sekolah, sehingga siswa mendapatkan pembelajaran yang relevan dan terarah. Peserta didik bebas memilih jalur sesuai minat dan potensi masing-masing.
Pelaksanaan kegiatan keterampilan dilakukan setiap hari Sabtu dengan sistem shift atau bergantian. Adapun program ini diperuntukkan bagi siswa kelas X dan XI, sementara kelas XII difokuskan untuk persiapan ujian.
Didik juga menegaskan bahwa metode pembelajaran di program ini didominasi praktik. “Semua kegiatan berbasis proyek. Siswa membuat produk nyata seperti kue, desain grafis, video, hingga kerajinan yang bisa dipasarkan,” jelasnya.
Baca juga: Ketika Dapur Sekolah Menjadi Tempat Anak-Anak Menempa Masa Depan
Dukungan Kemitraan Industri dan Perguruan Tinggi
Program ini ditopang oleh kemitraan strategis antara sekolah, sejumlah Universitas dan lembaga lokal. Melalui kerja sama ini, siswa dapat mengikuti magang singkat, pelatihan tambahan, dan bahkan peluang pemasaran produk. Kurikulum dibuat secara mandiri dengan melakukan kerjasama dengan lembaga terkait lalu disesuaikan dengan standar yang berlaku.
Namun dalam pelaksanaannya, program ini juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait keterbatasan sarana dan fasilitas. Beberapa peralatan praktik seperti oven, mesin jahit, serta perangkat komputer grafis masih belum sepenuhnya tersedia dalam jumlah yang ideal. Meski demikian, pihak sekolah berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan fasilitas yang ada.
Menuju Sekolah Pemberdaya Generasi Muda
Membawa tekad yang kuat diiringi dengan berbagai inovasi tersebut, SMA Islam Kepanjenberharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan siswa yang bisa diterapkan secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar kegiatan tambahan, program ini menjadi langkah nyata untuk membuka ruang kesempatan bagi siswa untuk menyalurkan keterampilan yang dimiliki. Jika upaya ini terus dijaga dan dikembangkan, bukan tidak mungkin SMA Islam Kepanjen menjadi contoh bagaimana sekolah dapat benar-benar hadir sebagai penggerak perubahan dan pemberdayaan generasi muda.