Eco Print Jadi Media Belajar Akhlak di KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang

Proses eco print KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang, (foto:Vranola/Berpola)

Malang, Berpola– Pendidikan anak usia dini sejatinya tidak hanya berfokus pada kemampuan calistung (membaca, menulis, dan berhitung). Pada masa ini, anak justru perlu diarahkan pada pengembangan sensorik, motorik, sosial, dan emosional sebagai dasar pembentukan karakter.

Hal inilah yang dijalankan oleh KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Sekolah ini menitikberatkan proses pembelajaran pada pembentukan akidah dan akhlak karimah, bukan semata pada capaian akademik.

Baca Juga: Program Sapa Pagi di SMA Negeri 1 Lawang, Dorong Pembelajaran Lebih Bermakna

Berbeda dari kebanyakan taman kanak-kanak yang langsung memperkenalkan huruf dan angka, Al Azhar 56 memilih pendekatan bermain dan bereksplorasi. Salah satu kegiatan menarik yang dilakukan sekolah ini adalah eco print, yaitu membuat motif batik menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga.

Kegiatan eco print ini bukan kegiatan rutin, melainkan bagian dari pembelajaran tematik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal kekayaan budaya Indonesia sambil belajar mencintai lingkungan.

Menurut Kepala KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang, Tiyas Sulistianingsih, aktivitas di luar kelas seperti eco print sangat membantu mendorong tumbuh kembang anak.

“Tenaganya anak-anak ini sangat besar, jadi perlu disalurkan melalui kegiatan yang bisa melatih perkembangan sosial dan emosional mereka,” ujarnya, Kamis (9/10/2025)

Ia menjelaskan, masa golden age merupakan periode krusial yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan. Jika kegiatan hanya sebatas menulis atau menggambar, anak-anak mudah bosan dan kehilangan minat belajar.

“Yang kami tekankan bukan pada hasil akhirnya, tapi pada prosesnya. Melalui kegiatan seperti eco print, anak-anak belajar mengikuti tahapan, dari mencoba, gagal, hingga menghasilkan karya,” jelasnya.

Kepala KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang, Tiyas Sulistianingsih (Foto: Vranola/Berpola)

Untuk mendukung proses itu, peran guru menjadi sangat penting. Diperlukan pendidik yang sabar, telaten, dan kreatif agar pembelajaran anak usia dini benar-benar bermakna dan membentuk karakter.

Selain guru, orang tua juga memiliki peran besar dalam menguatkan nilai-nilai pembelajaran. Dukungan dan respon positif dari orang tua terhadap kegiatan sekolah menjadi pondasi dalam pembentukan karakter anak.

“Dengan kerja sama antara guru dan orang tua, anak-anak lebih mudah diarahkan untuk menjadi pribadi yang berakidah dan berakhlak karimah,” tutur Sulis.

Pembelajaran di KB-TK Islam Al Azhar 56 juga berlandaskan pedoman etika Islam, yang mencakup adab kepada Allah, Al-Qur’an, Rasulullah, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, dan adab dalam keseharian.

“Harapannya, dengan membiasakan adab sejak dini, anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang berkarakter mulia,” pungkasnya. (Ola)

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *