“Dewan Keamanan PBB (DK PBB) akan menggelar rapat darurat pada pukul 4 sore, ET (20.00 GMT),” demikian keterangan resmi DK PBB seperti yang dikutip dari Reuters.
Rapat darurat ini diinisiasi oleh perwakilan Israel di PBB setelah Iran melakukan serangan terhadap Israel pada Sabtu (13/4) malam.
Menurut Gilad Erdan, Duta Besar Israel untuk PBB, serangan tersebut merupakan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan global. Erdan berharap Dewan akan segera mengambil tindakan nyata terhadap Iran.
Israel mendesak Dewan Keamanan untuk mengutuk serangan Iran dan menetapkan Korps Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris.
Sebelumnya, Iran telah meluncurkan ratusan drone dan misil ke wilayah Israel sebagai respons atas serangan yang dilakukan Israel sebelumnya. Kedubes Iran di Indonesia menjelaskan bahwa serangan mereka adalah bentuk pembelaan diri, dengan target utama pangkalan militer Israel.
“Pada hari ini (14 April 2024), angkatan bersenjata Republik Islam Iran menjalankan hak wajarnya untuk membela diri,” jelas keterangan resmi Kedubes Iran di RI.
Sebelum serangan Iran, Israel telah melakukan serangan udara terhadap kantor kedutaan mereka di Damaskus, Suriah, pada Senin (1/4), yang menewaskan 13 orang, termasuk pasukan Garda Revolusi dan dua jenderal.