
(Foto: Ist/ Berpola)
Kabupaten Malang, Berpola— Di sebuah ruangan sederhana di Kepanjen, belasan remaja berjalan mantap mengikuti irama musik. Di antara mereka, Westya Endra atau akrab disapa Westya mengamati satu per satu langkah, postur, dan ekspresi. Dari tatapannya terlihat bahwa ia bukan sekadar pelatih. Ia sedang mengasah masa depan.
Apa yang kini dikenal sebagai Morpho Modeling School bermula dari sesuatu yang jauh lebih kecil. “Dulu cuma iseng,” kata Westya tersenyum. Sebelum merintis sekolah model, ia pernah menjadi pengajar di salah satu agensi di Malang. Pengalaman itu menempel kuat. Ketika membuka kelas privat pertamanya, hanya ada satu batch berisi 10 siswa. Lima tahun kemudian, setelah proses belajar panjang dan rebranding dari We Runs Management menjadi Morpho Modeling School, angkanya tumbuh signifikan. “Sekarang sudah batch ke-25,” ujarnya.
Pertumbuhan Morpho juga diikuti oleh bertambahnya mentor. Kini ada delapan pengajar, termasuk tiga mentor senior: Vanessya dari Joko Roro 2018 Kabupaten Malang, Devi dari Miss Mega Bintang Jawa Timur 2024, dan Viky dari Paguyupan Duta Pariwisata Jawa Timur 2024. Mereka bukan sekadar nama besar, tetapi figur yang memahami industri fesyen dari panggung hingga belakang layar.
Baca juga : 87 Karya Siswa SMKN 3 Malang Warnai Malang Fashion Week 2025
Belajar Dua Bulan, Mencari Karakter Seorang Model
Kurikulum Morpho tidak hanya berfokus pada catwalk. Selama dua bulan, peserta memperoleh materi public speaking, dasar pemotretan, hingga basic make up. Semua itu, ujar Westya, adalah rangkaian penting dalam membangun karakter seorang model.
“Kami tidak hanya mengajarkan cara berjalan. Dalam dua bulan itu, kami melihat kecenderungan mereka apakah lebih cocok untuk runway, foto, atau pageant,” kata Westya. Di akhir kelas, tiap peserta mendapatkan pengarahan personal tentang pengembangan kompetensi setelah lulus. Graduation kecil digelar sebagai bentuk penghargaan bagi mereka yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian latihan.
Kolaborasi dengan Brand Lokal dan Tantangan Waktu

(Foto: Ist/ Berpola)
Morpho telah lama bekerja sama dengan brand fesyen lokal, salah satunya Uchiqu, yang juga terlibat dalam penyelenggaraan Malang Fashion Week tahun ini. Namun, proses menuju panggung tidak selalu mulus.
“Tantangannya di jadwal. Siswa kami ada yang SMP, ada yang SMA, jadi penyamaan waktu latihan cukup sulit,” kata Westya. Waktu yang singkat juga membuat pelatihan pose harus dilakukan lebih efektif, terutama untuk menyesuaikan karakter pakaian yang dibawakan Uchiqu.
Pemilihan model untuk fashion show pun tidak dilakukan sembarangan. Morpho membuka audisi, dan tidak semua peserta otomatis lolos. “Kami ingin kualitas tetap terjaga,” tambahnya.
Minat yang Meluas, Kerja Sama dari Sekolah hingga Luar Kota
Respons masyarakat Kabupaten Malang terhadap Morpho cukup kuat. Beberapa sekolah mulai mengajukan kerja sama, termasuk SMKN 1 Turen, dan rencana kolaborasi dengan SMAN 1 Kepanjen. Yang menarik, pesertanya kini datang tidak hanya dari Kabupaten Malang, tetapi juga dari luar kota bahkan dari Surabaya.
“Malang Fashion Week bukan hanya untuk warga Malang saja. Pesertanya dari berbagai daerah. Kami bersyukur Morpho bisa ikut, karena dari situ kami bisa memperkenalkan diri lebih jauh,” kata Westya.
Baca juga : Vanessya Oscar, Menumbuhkan Percaya Diri Lewat Modeling
Fesyen Tidak Pernah Mati
Optimisme terlihat jelas saat Westya berbicara tentang masa depan industri mode di Jawa Timur. “Fesyen itu tidak akan mati, dia terus berkembang. Semoga Jawa Timur bisa menjadi salah satu pusat fesyen terbesar di Indonesia,” ujarnya.
Ia pun berpesan kepada para model muda: menemukan karakter diri adalah langkah penting. “Jangan takut mencari dirimu sendiri, entah di runway, pageant, atau foto. Belajar terus, jangan hanya dari satu guru. Eksplorasi dari banyak guru itu penting.”
Dari kelas kecil yang dimulai karena iseng, Morpho kini tumbuh menjadi ruang pembentukan karakter, wadah kolaborasi, dan jembatan menuju panggung yang lebih besar. Dan di tengah semua itu, Westya masih berdiri di sisi runway, memastikan setiap langkah siswanya mengarah ke masa depan yang lebih jelas.