Hari Pertama Sekolah, SMAN 1 Bululawang Bangun Kesiapan Siswa

Kepala SMAN 1 Bululawang, Hari Kusrini, S.Pd., M.M mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat bersama siswa di hari pertama masuk sekolah.
(Foto: Ist/Berpola)

Kab. Malang, Berpola — Pagi itu, halaman SMAN 1 Bululawang dipenuhi gerak ceria para siswa. Hari pertama masuk sekolah selepas libur panjang diawali dengan Senam Pagi Ceria (Senam Anak Indonesia Hebat), dilanjutkan upacara bendera, doa bersama, serta menyanyikan lagu Hari Baru. Rangkaian kegiatan ini menjadi penanda dimulainya kembali ritme belajar di lingkungan sekolah.

Kegiatan pembuka tersebut dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mendorong sekolah menghadirkan awal pembelajaran yang sehat, menyenangkan, dan berkarakter.

Setelah rangkaian kegiatan pagi, siswa mengikuti pengarahan dari pihak sekolah. Kehadiran dicek, jadwal pelajaran dibagikan, serta dilakukan penguatan karakter dan kedisiplinan. Di beberapa kelas, guru mengajak siswa melakukan refleksi singkat untuk melihat kesiapan mereka sebelum kembali memasuki pembelajaran efektif.

Kepala SMAN 1 Bululawang, Hari Kusrini, S. Pd., M.M menjelaskan bahwa hari pertama sekolah memang dirancang sebagai ruang transisi.

“Kegiatan seperti senam, upacara, dan doa bersama bukan sekadar seremonial. Dari sana, siswa belajar kebersamaan, kedisiplinan, nasionalisme, serta kesiapan mental untuk memulai hari dengan sikap positif,” ujarnya, Senin (5/1/2026)

Baca juga : Belajar dari Cinta, TK Lab UM Menemukan Cara Menumbuhkan Anak Hebat

Adaptasi Bertahap Menuju Pembelajaran Efektif

Siswa dan guru SMAN 1 Bululawang mengikuti upacara bendera pada hari pertama masuk sekolah. (Foto: Ist/Berpola)

Menurut Hari Kusrini, sekolah telah menyiapkan berbagai aspek untuk menyambut kembalinya siswa. Mulai dari kesiapan guru dan tenaga kependidikan, penataan lingkungan sekolah, hingga memastikan sarana dan prasarana pembelajaran siap digunakan sejak hari pertama.

Perhatian utama sekolah pada awal masuk adalah kesiapan mental, motivasi belajar, serta kedisiplinan siswa. Selain itu, kondisi kehadiran dan kesehatan juga menjadi fokus agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal.

“Setelah libur panjang, ritme belajar tentu perlu disusun ulang. Karena itu, kami tidak langsung memberikan pembelajaran yang berat. Guru-guru lebih banyak memberikan pengantar materi, penguatan motivasi, dan membangun suasana kelas yang nyaman,” kata Hari Kusrini.

Ia menambahkan, melalui kegiatan pembiasaan di hari pertama, siswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mendapatkan pembelajaran nilai. “Banyak hal yang bisa dipetik dari kegiatan pagi tadi tentang kebersamaan, tanggung jawab, dan kesiapan diri menghadapi hari baru,” tuturnya.

Baca juga : Demi Sekolah Sehat, SMPN 2 Ampelgading Hidupkan Budaya Bekal Masakan Ibu

Harapan di Awal Semester

Di hari pertama masuk sekolah ini, pihak sekolah berharap siswa dapat kembali bersemangat, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran. Waktu belajar diharapkan dimanfaatkan secara optimal, disertai sikap positif dan kemauan untuk terus berkembang.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar mata pelajaran, tetapi juga ruang membentuk karakter. Kami berharap siswa mampu memulai semester ini dengan semangat baru dan tekad untuk berprestasi,” ujar Hari Kusrini.

Dengan langkah yang tertata sejak pagi, dari senam ceria hingga refleksi di kelas, SMAN 1 Bululawang menandai awal semester sebagai proses menata ulang ritme belajar, tidak hanya di kepala, tetapi juga di sikap dan karakter siswa.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *