
Jakarta, Berpola— Dalam sudut pandang sosial yang lebih luas, perempuan masih kerap ditempatkan sebagai pihak yang diragukan kemampuannya. Padahal, perempuan memiliki potensi besar untuk berdaya dan membangun kehidupan yang lebih baik. Berangkat dari realitas tersebut, Woman.hub hadir sebagai komunitas yang berkomitmen membangun ruang aman bagi perempuan. Tempat untuk saling mendukung, bertumbuh, dan berkembang bersama
Dari Perempuan untuk Perempuan: Bersama Membangun Ruang Aman

Woman.hub hadir sebagai wadah pemberdayaan perempuan yang berlandaskan keyakinan bahwa setiap perempuan memiliki potensi di bidangnya masing-masing. Komunitas ini menjadi ruang aman bagi perempuan untuk belajar, berbagi pengalaman, serta mengembangkan kapasitas diri secara kolektif.
Woman.hub diinisiasi oleh dua perempuan muda, Siti Nurhaliza, S.Sos. dan Ratu Hanun Tsamratul, S.Sos., dengan tujuan menyediakan ruang bertumbuh yang inklusif dan suportif bagi perempuan dari berbagai latar belakang.
Baca juga : HISKI Kom Malang Meriahkan Agenda Book Writing Camp
Women Hub Catalyst Forum: Kolaborasi dan Aksi Nyata Perempuan
Melalui pemanfaatan platform digital, Woman.hub terus bertumbuh dan menghadirkan program unggulan bertajuk Woman Hub Catalyst Forum. Forum ini menjadi ruang kolaborasi perempuan untuk mewujudkan aksi nyata. Dari sekitar 150 peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan, terpilih 50 perempuan yang memperoleh pendanaan serta kesempatan mengimplementasikan proyek-proyek inovatif mereka.

Ke depan, Woman.hub juga merencanakan program beasiswa senilai USD 500 bagi 50 perempuan untuk memperoleh sertifikasi NVDI, melalui kolaborasi dengan komunitas di bidang teknologi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi Women Talks: Women in Leadership yang mengangkat tema politik, pendidikan, dan digital. Sesi ini menghadirkan tiga tokoh perempuan inspiratif, yakni Septi Rahmawati, M.Pd., Khansa Khalis, S.IP., M.Ed., dan Hafiz Rizki Nurbaiti, yang membagikan wawasan serta pengalaman kepemimpinan kepada para peserta.
Baca juga: Bersukaria Angkat Heritage Lewat Walking Tour Inklusif
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan FGD Presentation yang menghadirkan dewan juri Dhiya Nawarriyah (CEO Governance Youth Ranger Indonesia), Fildzah Izzati Ishmah (legal consultant, content creator, dan pendiri komunitas literasi), serta Putri Melta Sari (Co-Founder Trash Ranger Indonesia). Seluruh rangkaian acara berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Harapan Baru untuk Pemberdayaan Perempuan di Era Digital
“Harapannya melalui program ini, Woman.hub benar-benar dapat menjadi rumah aman bagi semua perempuan untuk bertumbuh dan berkembang. Kami juga berharap Woman.hub bisa menjadi salah satu best part dari perjalanan mereka, bagian dari perjalanan terbaik ketika mereka tergabung di dalamnya serta menghadirkan banyak kabar baik dan menjadi salah satu jalan menuju terwujudnya mimpi-mimpi perempuan di luar sana.” Ujar salah satu founder Woman.hub yang kerap disapa Nurul.
Melalui Woman.hub, pemberdayaan perempuan tidak lagi berhenti pada tataran wacana, melainkan hadir sebagai gerakan nyata yang menumbuhkan keberanian, solidaritas, dan kemandirian perempuan.