
Semarang, Berpola- Bersukaria merupakan penyelenggara tur yang berfokus pada storytelling dengan mengangkat nilai-nilai heritage. Berbeda dari komunitas, Bersukaria hadir sebagai tour organizer yang merancang perjalanan berbasis cerita sejarah, budaya, dan ruang kota.
Menyusuri Kota, Menyerap Cerita dan Sejarah

Salah satu program unggulan Bersukaria adalah walking tour, yakni tur jalan kaki yang mengajak peserta menyusuri kawasan tertentu sambil mendengarkan kisah dari seorang storyteller. Setiap tur berdurasi sekitar dua jam dengan jarak tempuh kurang lebih dua kilometer. Kegiatan ini rutin digelar setiap akhir pekan dan hari libur nasional, serta dapat dilaksanakan di luar jadwal melalui permintaan khusus.
Bersukaria berdiri sejak 2016 dan bermula dari Kota Semarang. Seiring waktu, Bersukaria berkembang dan membuka cabang di berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, dan Malang. Hingga kini, setiap kota memiliki lebih dari 30 rute walking tour yang berpindah-pindah, dengan fokus pada lokasi bersejarah dan tempat yang menyimpan fakta menarik.
Baca juga : Mahasiswa FORMAPI Gelar Kelas Bahasa Isyarat, Ajak Publik Lebih Peduli pada Komunitas Tuli
Langkah Kecil Menuju Kota yang Lebih Inklusif

Pada peringatan World Disability Day tahun lalu, Bersukaria bekerja sama dengan UNESCO melalui program Kita Muda Kreatif untuk menggelar walking tour inklusif. Program ini dirancang agar ramah bagi penyandang disabilitas, termasuk tunanetra, tuli, dan penyandang disabilitas daksa. Jalur yang dipilih disesuaikan agar mudah diakses, serta dilengkapi penerjemah bahasa isyarat.
Namun, dari puluhan rute yang tersedia, hanya satu rute yang memungkinkan untuk kegiatan inklusif tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur pejalan kaki di beberapa kota masih belum sepenuhnya ramah bagi penyandang disabilitas.
Baca juga : Perjalanan Gaga Rizky Membawa Wayang Suket Menembus Panggung Dunia
“Tantangan terbesarnya ada pada infrastruktur kota yang belum mendukung mobilitas disabilitas secara mandiri dan nyaman,” ujar Fauzan Kautsar selaku Direktur Bersukaria Tour.
Melalui walking tour, Bersukaria berharap masyarakat dapat lebih mengenal dan menghargai warisan budaya lokal. Selain itu, Bersukaria juga mendorong pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan fasilitas kota yang inklusif, sehingga ruang kota dapat dinikmati dan dirawat bersama oleh semua kalangan.
“Harapannya, fasilitas kota bisa lebih inklusif, bukan hanya untuk teman-teman disabilitas, tapi juga lansia dan pejalan kaki pada umumnya, supaya kota ini bisa kita nikmati dan rawat bersama,” pungkasnya.