
Malang, Berpola- Di tengah tantangan literasi yang kian kompleks, upaya mendekatkan sastra kepada generasi muda terus digiatkan. Dari Malang, semangat itu disuarakan oleh Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (Hiski) Komisariat Malang yang menegaskan komitmennya untuk mengekskalasi program Sastra Masuk Sekolah pada 2026.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Hiski Komisariat Malang, Dr. Dwi Sulistyorini, S.S., M.Hum., dalam forum workshop penguatan Hiski komisariat, Sabtu, 10 April 2026. Forum itu mempertemukan pengurus Hiski dari berbagai daerah, termasuk Unesa, Surabaya, dan Pacitan, serta dipandu oleh pengurus Hiski Pusat, Dr. Ari Ambarwati, M. Pd.
Dwi menuturkan bahwa program Sastra Masuk Sekolah telah dirintis sejak 2025 melalui kolaborasi dengan komunitas Saung Kanak. Saat itu, kegiatan lomba tutur bagi anak dan remaja menjadi pintu awal untuk memperkenalkan sastra secara lebih dekat.
“Ini salah satu ikhtiar kami untuk menyosialisasikan keberadaan Hiskikom Malang, dan mendekatkan sastra dengan anak dan remaja,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan dibuat lebih kontekstual agar mudah diterima oleh generasi muda.
Baca juga : HISKI Kom Malang Meriahkan Agenda Book Writing Camp
Memperluas Gerakan, Menguatkan Jejaring
Upaya tersebut tidak berhenti pada satu program. Dwi menjelaskan bahwa pada 2026, Hiskikom Malang telah menyiapkan sejumlah agenda untuk memperluas dampak gerakan. Program-program tersebut mencakup penulisan buku bersama, ekspansi keanggotaan dengan melibatkan guru-guru MGMP bidang bahasa, hingga penguatan jejaring melalui pemetaan kepakaran.
Menurut Dwi, langkah ini penting agar organisasi tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga kuat secara struktur dan kolaborasi. Ia mengatakan bahwa penguatan organisasi menjadi fondasi agar program-program sastra bisa berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pihak.
Selain itu, kegiatan srawung akademik akan digelar dengan dukungan Universitas Ma Chung. Dwi menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang bertemunya akademisi, praktisi, dan pegiat sastra.
“Kami juga akan menyukseskan seminar nasional bersama Hiski komisariat yang tahun ini dilaksanakan pada Juli 2026 di Unair dengan tuan rumah Hiski komisariat Surabaya,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi dalam Kwartet Hiski Jawa Timur menjadi strategi penting untuk memperkuat gerakan bersama. Dalam penjelasannya, Dwi menyebut bahwa sinergi antar-komisariat memungkinkan pertukaran praktik baik sekaligus memperluas dampak program ke berbagai wilayah.
Baca juga : HISKI Komisariat Malang Raih Penghargaan Komisariat Teraktif dan Produktif 2025
Kolaborasi dan Praktik Baik dari Daerah

Dalam forum yang sama, Ketua Hiskikom Unesa, Pratiwi Retnaningdyah, M.Hum., M.A., Ph.D., memaparkan program unggulan yang berfokus pada pengabdian kepada masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng berbagai program studi di Unesa untuk melakukan pendampingan penulisan puisi. Selain itu, pelatihan penelitian sastra berbasis digital humaniora akan kembali dilanjutkan pada 2026.
“Ini menjadi bukti keseriusan kami untuk mendukung program Sastra Masuk Sekolah,” ujar Pratiwi. Ia juga menyampaikan bahwa forum tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik, khususnya terkait tata kelola organisasi dan penguatan keanggotaan.
Sementara itu, Ketua Hiskikom Surabaya, Dewi Meyrasyawati, S.S., M.A., M.Hum., Ph.D.menuturkan bahwa pihaknya tengah fokus pada konsolidasi internal setelah memulai kepengurusan baru pada 2025. Ia mengatakan, pembelajaran dari komisariat lain di Jawa Timur menjadi bekal penting untuk menjalankan program secara maksimal.
“Tahun ini kami menjadi tuan rumah seminar nasional kwartet Hiskikom Jawa Timur bekerja sama dengan Unair,” tuturnya.
Baca juga : Menjaga Nyala Literasi dari Sekolah: SMKN 3 Batu dan HISKI Gelar Workshop Menulis Cerpen
Dari Pacitan, Ketua Hiskikom setempat, Dr. Sri Pamungkas, M. Hum., menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai kegiatan pendampingan bagi kelompok marginal, termasuk penyandang disabilitas, penyintas masalah mental, serta anak-anak dan remaja. Ia menegaskan bahwa program tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan sastra yang inklusif.
“Kami segera menyusun kepengurusan baru agar agenda kerja Hiskikom Pacitan dapat terus diakselerasi dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” katanya. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung seminar nasional tahunan sebagai program bersama.
Melalui forum ini, para pengurus tidak hanya memaparkan program, tetapi juga berbagi pengalaman, mulai dari pengelolaan keanggotaan hingga penyelenggaraan kegiatan akademik berskala nasional dan internasional. Secara tidak langsung, forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan arah gerakan bersama.
Kwartet Hiski Jawa Timur pun bertekad menyukseskan program Hiski Pusat untuk menjadikan 2026 sebagai tahun penguatan komisariat. Di tengah perubahan zaman, sastra diharapkan tidak hanya bertahan sebagai warisan, tetapi juga hadir sebagai praktik hidup yang relevan menyapa sekolah, menjangkau generasi muda, dan tumbuh bersama masyarakat.