Ketika Treatment Menjadi Tren, dr. Nora Mengingatkan Risiko yang Sering Terabaikan

Malang, Berpola- Di tengah maraknya tren kecantikan dan promosi treatment instan di media sosial, pertanyaan mengenai keamanan perawatan kulit mulai muncul ke permukaan. Apalagi setelah sejumlah kasus klinik kecantikan ilegal menyeret figur publik dan memicu kekhawatiran masyarakat terhadap prosedur estetika yang dijalani tanpa pemahaman yang cukup.

Bagi dr. Nora Ariyati, SpKK, FINSDV, FAADV, fenomena tersebut sebenarnya bukan hal baru. Dalam praktik sehari-hari, dokter spesialis kulit dan kelamin itu justru lebih sering menemui pasien yang datang untuk memperbaiki kondisi kulit yang sudah terlanjur bermasalah akibat mengikuti tren treatment tertentu.

“Banyak yang datang setelah mencoba treatment yang sedang ramai, tanpa benar-benar tahu apakah itu sesuai dengan kondisi kulit mereka,” ujarnya.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana treatment kecantikan perlahan berubah menjadi budaya mengikuti tren. Media sosial menghadirkan standar kulit ideal secara cepat dan masif. Dalam waktu singkat, satu jenis treatment dapat menjadi populer dan dianggap cocok untuk semua orang.

Padahal, menurut dr. Nora, kondisi kulit setiap individu tidak pernah benar-benar sama.

Baca juga : Di Balik Tren Glowing, Mengembalikan Perawatan Kulit ke Akar Medis

Ketika Tren Mengalahkan Kebutuhan

Di ruang konsultasi, dr. Nora kerap menemukan pasien yang datang dengan daftar treatment yang sudah mereka pilih sendiri. Referensinya hampir seragam, mulai dari konten media sosial hingga pengalaman figur publik dan influencer.

“Kadang pasien datang sudah membawa daftar treatment yang ingin dicoba. Tapi setelah dilihat, justru bukan itu yang mereka butuhkan,” jelasnya.

Situasi tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat memandang perawatan kulit. Treatment tidak lagi dipilih berdasarkan kebutuhan medis, melainkan mengikuti apa yang sedang ramai diperbincangkan.

Akibatnya, proses konsultasi sering dianggap sekadar formalitas, padahal justru menjadi tahap paling penting dalam menentukan keamanan sebuah tindakan.

Dalam dunia dermatologi, keputusan melakukan treatment bukan hanya soal hasil akhir, tetapi juga mempertimbangkan kondisi kulit, riwayat kesehatan, hingga risiko jangka panjang yang mungkin muncul.

Estetika yang Tetap Berbasis Medis

Sebagai dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Nora menempatkan estetika dalam kerangka medis. Prinsip itu pula yang menjadi dasar berdirinya Aurell Skin Care.

Menurutnya, perawatan kulit tidak bisa disamakan hanya karena satu treatment sedang populer di masyarakat.

“Setiap kulit itu punya cerita yang berbeda. Tidak bisa disamaratakan hanya karena satu treatment sedang populer,” tuturnya.

Karena itu, konsultasi menjadi langkah utama sebelum pasien menjalani tindakan apa pun. Tidak semua masalah kulit membutuhkan prosedur kompleks. Dalam banyak kasus, perawatan yang sederhana namun tepat justru memberikan hasil yang lebih baik dan aman.

Pendekatan ini berbeda dengan pola konsumsi estetika yang berkembang saat ini, di mana kecepatan hasil sering kali lebih diutamakan dibanding proses dan keamanan.

Baca juga : Kartini Masa Kini Memilih Bukan Sekadar Mengikuti

Keamanan yang Kerap Terabaikan

Di tengah banyaknya pilihan klinik dan treatment, aspek keamanan justru sering menjadi pertimbangan terakhir. Padahal, menurut dr. Nora, ada prinsip dasar yang tidak boleh diabaikan dalam dunia estetika.

Mulai dari tenaga medis yang kompeten, produk dengan izin resmi, hingga prosedur yang dilakukan sesuai standar medis menjadi faktor penting yang menentukan keamanan pasien.

“Yang sering terjadi bukan karena orang tidak peduli, tapi karena tidak tahu apa yang harus diperhatikan,” ujarnya.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa literasi masyarakat terkait perawatan kulit masih menjadi tantangan besar. Banyak orang lebih mudah terpengaruh hasil instan dibanding memahami risiko yang mungkin muncul setelahnya.

Dalam situasi seperti ini, klinik dan dokter tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan, tetapi juga sebagai pihak yang membantu pasien mengambil keputusan secara lebih rasional.

Belajar Memilih di Tengah Ledakan Tren

Perkembangan industri kecantikan kemungkinan akan terus melahirkan tren-tren baru. Namun di tengah perubahan yang cepat itu, kemampuan memilih justru menjadi hal paling penting.

Bagi dr. Nora, tidak semua treatment harus dicoba hanya karena sedang populer.

“Tidak semua harus dicoba. Kadang justru yang paling penting adalah tahu mana yang tidak perlu,” katanya.

Prinsip tersebut mungkin tidak menawarkan hasil instan, tetapi menjadi pendekatan yang lebih aman dalam jangka panjang. Sebab pada akhirnya, perawatan kulit bukan sekadar mengejar perubahan visual, melainkan membangun rasa nyaman terhadap diri sendiri.

Selama hampir dua dekade menangani pasien, dr. Nora melihat bahwa hasil terbaik lahir dari proses yang dilakukan dengan tepat, bukan dari treatment yang paling cepat memberikan efek.

“Kecantikan bukan hanya soal hasil akhir, tapi tentang bagaimana seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri,” tuturnya.

Di tengah derasnya tren estetika digital, prinsip itu menjadi pengingat bahwa perawatan kulit seharusnya dimulai dari memahami kebutuhan diri, bukan sekadar mengikuti apa yang sedang ramai.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *