
Berhasil menyelesaikan studi S2 dengan IPK sempurna, 3.98, Devi Mariya Sulfa meraih predikat wisudawan terbaik dalam Wisuda ke-134 Universitas Negeri Malang yang digelar di Graha Cakrawala, Malang.
Lulusan Program Studi Pendidikan Biologi ini tak hanya gemilang di ruang kuliah, tetapi juga aktif berkompetisi di berbagai ajang nasional.
Pada tahun 2022, Devi bersama timnya menjadi satu-satunya perwakilan Universitas Negeri Malang yang berhasil meraih medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Dari sanalah semangatnya untuk berinovasi tumbuh.
Salah satu hasil karyanya adalah produk ramah lingkungan berbahan dasar daun kelor (moringa) yang diolah menjadi sabun dan detergen alami. Bahan kelor dipilih karena memiliki kandungan antibakteri alami yang baik bagi kulit, sekaligus ramah bagi lingkungan.
“Kita bisa memanfaatkan bahan-bahan alami di sekitar kita. Kelor ini contohnya, sering tumbuh liar tapi punya banyak manfaat,” ujar Devi

Kiat Sukses dari Devi
Di tengah kesibukan riset dan kompetisi, Devi tetap mampu menyelesaikan studi tepat waktu. Saat ditanya tentang rahasia keberhasilannya, ia menekankan pentingnya disiplin dan keberanian untuk mencoba.
“Yang penting jangan takut gagal. Lakukan saja, habiskan jatah kegagalanmu,” katanya sambil tersenyum.
Menurut Devi, dukungan keluarga menjadi sumber semangat yang besar.
“Biasanya kalau ada kendala, saya cerita ke orang tua. Meski kadang mereka tidak begitu paham soal dunia kampus, tapi setelah bercerita saya merasa tenang,” tuturnya.
Selain keluarga, Devi juga menemukan tempat bersandar dalam bimbingan para dosen. Baginya, dosen bukan hanya pembimbing akademik, tapi juga teman berdiskusi ketika ide-ide risetnya mulai buntu.
“Mereka membantu merajut kembali benang yang kusut dalam pikiran saya,” ujarnya.
Menemukan Jalan di Dunia Pendidikan
Meski dulu bercita-cita menjadi dokter, Devi mengaku tak menyesali jalan yang kini ditempuhnya. Dunia pendidikan, katanya, membuka banyak pintu untuk berkembang.
“Di Pendidikan Biologi, saya justru bisa belajar lebih banyak dan berkembang lebih luas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan akademik dan penelitian, Devi kerap mendapat kesempatan mengikuti pameran di luar negeri, sekaligus membagikan ilmunya kepada masyarakat.
“Kalau ada expo di luar negeri, ya sekalian jalan-jalan,” ujarnya tertawa.
Baca juga:
Fina Mulianastiti, Menulis untuk Menjaga Masa Kecil Tetap Hidup
Melangkah ke S3 dengan Semangat yang Sama
Setelah meraih gelar magister, Devi tak berhenti. Ia kini tengah menempuh studi doktoral (S3).
“Dulu waktu S1 saya yang paling tua, sekarang di S3 justru yang paling muda,” katanya sambil terkekeh.
Baginya, tak ada waktu untuk bersantai. Ia terus berusaha fokus agar segera menerbitkan karya di jurnal internasional.Meski sempat jenuh dengan rutinitas penelitian, Devi tetap yakin bahwa masa mudanya digunakan untuk hal yang berharga.
“Saya bahagia karena waktu muda saya terpakai untuk hal yang positif,” ucapnya mantap. (Ola)