Menyelam Bersama Bayi, Kisah Jowvy Kumala Membangun Water Fox Swim School di Makassar

Jowvy (kanan) dan Donna (kiri) saat mengajar di kelas baby swimming (Foto: Ist/Berpola)

Makassar, Berpola — Keresahan kerap menjadi awal dari perubahan. Bagi Jowvy Kumala, kekhawatiran muncul setiap kali membaca berita tentang bayi atau anak kecil yang meninggal karena tenggelam. Suatu waktu, ia bahkan mendengar kabar ada murid sekolah yang tenggelam di tempat latihan renang. Dari situlah muncul keyakinan dalam dirinya bahwa tenggelam bukanlah semata musibah, melainkan sesuatu yang bisa dicegah melalui pelatihan dan edukasi sejak dini.

Enam belas tahun lalu, di tengah keterbatasan akses informasi dan pelatihan di Indonesia, Jowvy bertekad mencari sertifikasi khusus untuk mengajarkan renang pada bayinya.

“Saya ingin mengajarkan anak saya berenang, tapi waktu itu di Indonesia belum ada kelas sertifikasinya,” kenangnya sambil tersenyum.

Saat itu, pelatihan resmi hanya tersedia di beberapa negara seperti Singapura, Sydney, dan Inggris. Tak ingin menyerah, ibu empat anak ini akhirnya mengambil kelas jarak jauh dari sebuah sekolah renang di Inggris. Berbekal modul dan semangat belajar, Jowvy mempraktikkan teknik water survival kepada anaknya yang baru berusia dua bulan

Baca juga : Vanessya Oscar, Menumbuhkan Percaya Diri Lewat Modeling

Dari Dunia Korporasi ke Kolam Renang

Perjalanannya menemukan momentum ketika Swim School International (SSI) membuka pelatihan bagi instruktur renang di Jakarta pada 2023. Jowvy tak menyia-nyiakan kesempatan itu. Setelah lulus sertifikasi, ia bersama rekannya, Donna Alfrida, mendirikan Water Fox Swim School di Makassar sekolah renang yang secara khusus menangani kelas baby swimming dan water safety.

Keduanya dulunya sama-sama bekerja di dunia korporasi. Kini, mereka memilih jalur baru yang lebih dekat dengan air dan anak-anak.

“Sebetulnya, makin banyak murid itu senang, tapi juga ngos-ngosan. Pegang bayi di air itu butuh tenaga ekstra,” ujar Jowvy sambil tertawa.

Usaha mereka masih tergolong muda. Water Fox Swim School baru resmi berdiri pada Juli 2025. Namun, semangat keduanya belum pernah surut.

“Bisnis ini malah jadi penyuntik endorfin buat kami berdua,” tambahnya

Kelas yang mereka rancang lebih berfokus pada keselamatan anak saat berenang. Sejak dini, anak-anak diajak mengenal air dengan rasa senang, bukan takut. “Kalau anak sudah bahagia di air, baru kita bisa masuk ke tahap pembelajaran keterampilan,” jelas Jowvy.

Baca juga : Senin Budaya di SMAN 1 Bululawang, Wujud Pembelajaran Berbasis Karakter

Mengajar Bahagia di Dalam Air

Bagi Jowvy dan Donna, tujuan utama bukanlah menjadikan anak mahir berenang secepatnya, melainkan membuat anak nyaman dan tanggap terhadap situasi di dalam air. Itulah mengapa sesi pertama selalu dimulai dengan water safety  pengenalan sederhana tentang cara mengapung, menahan napas, dan menyadari keberadaan air di sekitarnya.

Respons orang tua di Makassar pun di luar dugaan. Banyak yang tertarik mencoba kelas trial untuk melihat bagaimana bayi mereka bereaksi di air. Dari situlah muncul momen-momen berkesan, terutama ketika melihat bayi yang awalnya takut, perlahan menjadi berani.

Jowvy (kiri) dan Donna (kanan) saat berkegiatan di kelas baby swimming

“Melihat perkembangan mereka, dari menangis jadi tertawa di kolam, rasanya luar biasa. Itu yang bikin saya terus semangat mengajar,” tutur Jowvy.

Kini, Water Fox Swim School juga mulai bekerja sama dengan beberapa hotel dan sport club di Makassar untuk memperluas jangkauan kelas. Jowvy berharap, semakin banyak orang tua yang sadar pentingnya mengajarkan keselamatan air sejak dini.

“Berenang bukan cuma soal olahraga,” katanya, “tapi tentang bertahan hidup dengan cara yang menyenangkan.” (Ola)

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *