Tak Sekadar Bimbel, ImaPrivate Jadi Rumah Belajar untuk Tumbuh Bersama

Suasana bimbel ImaPrivate (foto: Ist/Berpola)

Cirebon, Berpola — ImaPrivate kembali menggelar webinar sharing session seri ketiga sebagai kelanjutan dari dua seri sebelumnya. Jika sebelumnya membahas langkah awal dan cara mengelola bimbingan belajar (bimbel), kali ini ImaPrivate memilih topik yang lebih spesifik: membangun branding agar bimbel lebih dikenal dan dipercaya masyarakat.

Suasana belajar di bimbel ImaPrivate (Foto: Ist/Berpola)

Webinar yang digelar secara daring ini menghadirkan Fathimah Muthmainnah, Founder ImaPrivate, sebagai pemateri utama. Ia berbagi pengalaman dalam merintis dan mengembangkan identitas bimbel di tengah persaingan lembaga pendidikan yang semakin ketat. Acara ini juga dipandu oleh Risa Tilawah yang bertugas sebagai moderator, memastikan jalannya diskusi tetap interaktif dan hidup sepanjang sesi.

Baca juga : Gernasbaku, Langkah Kecil untuk Generasi Besar

Menurut Fitria, tim ImaPrivate, penyelenggaraan webinar ketiga ini merupakan bentuk respon atas antusiasme peserta pada dua seri sebelumnya. “Banyak pengikut kami di Instagram yang meminta agar acara seperti ini diadakan lagi,” ujarnya. “Mereka ingin berbagi pengalaman dan belajar bersama tentang cara merintis bimbel.”

Fitria menjelaskan, topik branding dipilih karena menjadi pintu awal bagi orang mengenal sebuah lembaga pendidikan. “Sebelum tahu isi di dalamnya, orang akan tertarik dulu dari citra yang kita bangun. Jadi, penting sekali memahami bagaimana membangun identitas yang kuat,” jelasnya.

Ruang Virtual Webinar ImaPrivate (Foto: Ist/Berpola)

Webinar kali ini ditujukan untuk umum, siapa pun yang tertarik memulai atau mengembangkan bimbel. Antusiasme peserta, kata Fitria, cukup tinggi. Banyak yang aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, bahkan berbagi pengalaman pribadi dalam mengelola lembaga mereka masing-masing.

“Bagi kami, ini bukan sekadar forum,” tambahnya. “Kami ingin menjadikannya ruang saling bertukar informasi. Bagi tutor dan pengelola ImaPrivate sendiri, acara seperti ini membantu kami terus belajar dan memperbarui strategi pengajaran.”

Dalam pengelolaan sehari-hari, ImaPrivate berupaya menjaga kualitas pembelajaran melalui komunikasi intensif antara tim, tutor, siswa, dan orang tua. “Tantangan utama kami di era digital adalah menyesuaikan pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan siswa,” tutur Fitria. “Kami ingin mereka merasa nyaman, tapi juga terus berkembang.”

Fathimah saat mengajar calistung
(foto: Ist/Berpola)

Selain itu, setiap bulan para tutor ImaPrivate menyiapkan modul pembelajaran yang disesuaikan dengan mata pelajaran masing-masing. “Kami masih mengikuti kurikulum sekolah, tetapi menambahkan inovasi pada proses mengajarnya supaya lebih mudah dipahami,” jelasnya lagi.

Baca juga : Sari, Pipo, dan Jejak Masa Kecil: Cara Ucol Menemukan Dirinya Lewat Gambar

Setelah tiga kali penyelenggaraan webinar, Fitria menilai ImaPrivate semakin terbuka terhadap kolaborasi dan masukan dari berbagai pihak. “Kami jadi lebih transparan, saling belajar, dan memperbarui sistem berdasarkan pengalaman serta umpan balik peserta.”

Ke depan, ImaPrivate berencana menggelar webinar keempat dengan topik yang masih akan dibahas lebih lanjut. “Biasanya kami juga meminta saran dari pengikut di media sosial untuk menentukan tema yang relevan,” ujarnya.

Di akhir sesi, Fathimah menyampaikan harapannya agar ImaPrivate terus berkembang, tidak hanya dalam hal jumlah siswa tetapi juga kualitas pembelajaran. “Kami ingin menjadi rumah belajar yang hangat, di mana anak-anak bisa tumbuh, belajar, dan berkembang,” katanya. “Karena bagi kami, pendidikan bukan sekadar proses mengajar, tapi perjalanan untuk tumbuh bersama.”

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *