
Malang, Berpola- Menjelaskan teori sosial sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Tapi bagi Ifan Andriado, S.Pd., Gr., guru Sosiologi di SMAN 2 Kota Malang, tantangan itu justru menjadi sumber kreativitas. Melalui karyanya yang berjudul “SIPOCA (Sinergi Powtoon dan Canva): Kunci Rahasia Luluhkan Teori Sulit dan Lejitkan Hasil Belajar Murid,” ia berhasil mengubah pembelajaran yang kaku menjadi pengalaman belajar yang hidup, visual, dan menyenangkan.
Inovasi ini tak hanya diapresiasi di dalam kelas, tetapi juga di tingkat daerah dan provinsi. Tahun 2025 menjadi momen bersejarah bagi Ifan. Ia berhasil meraih Juara 1 Apresiasi Guru Prima Kategori SMA/SMK tingkat Kota Malang yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Malang, serta Juara 3 Apresiasi Guru Prima Kategori SMA/SMK tingkat Provinsi Jawa Timur yang digelar oleh Universitas PGRI Ronggolawe Tuban.
Baca juga : Menjaga Nyala Literasi dari Sekolah: SMKN 3 Batu dan HISKI Gelar Workshop Menulis Cerpen
Kedua ajang ini menjadi wadah bagi guru-guru untuk menampilkan karya inovatif dalam pembelajaran. Para peserta diminta mengirimkan video profil inovasi, karya tulis, serta portofolio digital berisi praktik pembelajaran terbaik dalam tiga tahun terakhir.
“Bagi saya, penghargaan ini bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang. Dunia pendidikan terus berubah, dan guru harus tumbuh bersama perubahan itu,” tutur Ifan, Jumat (24/10/2025)
Sinergi Powtoon dan Canva
SIPOCA lahir dari observasi sederhana: siswa kerap kesulitan memahami teori yang penuh istilah ilmiah. Dengan memanfaatkan Powtoon dan Canva, dua aplikasi desain dan animasi yang akrab di kalangan pelajar, Ifan menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan interaktif.
Lewat kombinasi video, ilustrasi, dan narasi ringan, teori-teori yang tadinya “berat” menjadi mudah dicerna. Siswa tidak lagi hanya menghafal, tapi ikut memvisualisasikan gagasan sosiologi lewat media digital.
Ajang Apresiasi bagi Guru Inovatif

Proses seleksi Apresiasi Guru Prima tingkat Kota Malang berlangsung sejak 15 September hingga 17 Oktober 2025. Peserta mengirimkan video inovasi, karya tulis, dan portofolio digital berisi karya maksimal tiga tahun terakhir. Dari tahap seleksi awal hingga presentasi final, para juri menilai kreativitas, dampak inovasi, serta keberlanjutan praktik pembelajaran di kelas.
Puncak acara penganugerahan digelar di kantor Dinas Pendidikan Kota Malang pada 17 Oktober 2025, dihadiri oleh Suwarjana, SE., MM. (Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang), Agus Wahyudi, S.Pd., M.Pd. (Ketua PGRI Kota Malang), dan Siti Hamidah, M.Pd. (Ketua SLCC PGRI Kota Malang).
Sementara itu, Apresiasi Guru Prima Provinsi Jawa Timur diselenggarakan selama dua hari, yakni Sabtu (18 Oktober 2025) dan Minggu (19 Oktober 2025) di Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban, diikuti oleh perwakilan guru dari 25 kota dan kabupaten se-Jawa Timur.
Baca juga : Ekskul KIR SMAN 1 Kepanjen, Rumah bagi Calon Peneliti Muda
Pendidikan yang Bergerak
Ajang ini tak sekadar lomba, tapi juga ruang perjumpaan antarpendidik yang terus bergerak. Di tengah derasnya arus digitalisasi, karya seperti SIPOCA menjadi contoh bagaimana teknologi bisa hadir sebagai jembatan, bukan pengganti peran guru.
“Guru bukan hanya penyampai materi, tapi juga perancang pengalaman belajar. Saya ingin siswa merasa belajar itu seru, bukan beban,” tambah Ifan.
Prestasi ini menjadi pengingat bahwa pendidikan akan selalu hidup selama ada guru yang berani mencoba cara baru, berpikir kreatif, dan tidak berhenti belajar.
Pingback: Kisah Bagoes Sasmita, Guru Geografi yang Menjadi Teman dan Motivator bagi Muridnya. - Berpola