Semakin Canggih, 70% Fitur HP Mungkin Tak Pernah Dipakai

Fitur smartphone terus berkembang. Setiap tahun, merek-merek besar berlomba menjejalkan fitur baru, seperti kamera dengan AI, layar super responsif, mode gaming, bahkan kemampuan edit video setara laptop. Tapi ironisnya, sebagian besar pengguna justru tidak pernah benar-benar memanfaatkan semua fitur tersebut.

Menurut laporan DemandSage 2025, sebanyak 83% pengguna smartphone menggunakan ponselnya untuk aktivitas dasar seperti mengirim email, mengambil foto, atau menonton video. Sekitar 76% hanya memakainya untuk menjelajah internet, dan 73% menggunakan aplikasi peta atau navigasi. Sisanya? Terlupakan.

Data dari Mobile Ecosystem Forum juga menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil pengguna yang mengeksplorasi fitur-fitur canggih seperti otomatisasi, NFC, atau augmented reality. Padahal, fitur-fitur ini jadi salah satu alasan utama harga smartphone terus meroket.

Baca juga : Perkuat Kolaborasi Serumpun, Fakultas Ilmu Budaya UB Gelar Seminar Antarbangsa Prasiswazah

Sementara itu, YouGov melaporkan bahwa hanya 11% pengguna di Amerika Serikat yang membeli ponsel baru karena tertarik pada fitur berbasis AI. Sisanya lebih mementingkan hal-hal klasik seperti kamera, daya tahan baterai, dan kecepatan prosesor.

Artinya, meskipun ponsel kita punya ratusan fitur keren, sekitar 70–80% di antaranya jarang, bahkan tidak pernah digunakan sama sekali. Pengguna cenderung setia pada rutinitas digital yang sama setiap hari. Membuka WhatsApp, scroll Instagram, streaming YouTube, dan sedikit browsing.

Fenomena ini menunjukkan satu hal menarik, bahwa teknologi berkembang jauh lebih cepat daripada kebiasaan manusia. Produsen berlomba-lomba menciptakan “inovasi revolusioner”, tapi pengguna hanya ingin hal-hal sederhana yang berfungsi tanpa ribet.

Baca juga : Ekskul KIR SMAN 1 Kepanjen, Rumah bagi Calon Peneliti Muda

Bagi sebagian orang, ini bukan masalah. Tapi bagi produsen, fakta ini menjadi cermin, seberapa banyak fitur yang benar-benar dibutuhkan, dan seberapa banyak yang hanya sekadar hiasan di brosur penjualan.

Pada akhirnya, smartphone memang makin pintar. Tapi kalau hanya 30% fiturnya yang benar-benar kita pakai, mungkin yang perlu ditingkatkan bukan cuma teknologinya, tapi juga cara kita memanfaatkannya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *