SMAN 2 Kota Malang Perkuat Kompetensi Guru Lewat Bimtek Pembelajaran Mendalam di Era Digital

Guru dan tenaga kependidikan SMAN 2 Kota Malang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Aula Sabhayatama, Kamis (25/6/2026), sebagai upaya meningkatkan kompetensi pembelajaran di era digital.

Malang, Berpola — SMAN 2 Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertema Menciptakan Pembelajaran Inovatif, Kreatif, dan Bermakna di Era Digital di Aula Sabhayatama, Kamis (25/6/2026). Kegiatan yang diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi pendidik dalam menerapkan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) guna menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Pelaksanaan bimtek tidak hanya berfokus pada penguatan konsep, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan menyusun perangkat pembelajaran yang sesuai dengan arah kebijakan pendidikan nasional. Para guru didorong merancang pembelajaran yang mampu membangun pemahaman, daya nalar, kreativitas, serta keterampilan berpikir tingkat tinggi sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga memahami makna di balik setiap proses belajar.

Kepala SMAN 2 Kota Malang, Eny Retno Diwati, M.Pd., mengatakan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan fondasi utama dalam menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

Baca juga : Smart Competition SMAN 2 Malang Sasar Bibit Unggul OSN

“Kompetensi guru harus terus diperbarui agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang bermakna bagi murid,” ujar Eny.

Menurut Eny, transformasi pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi semata. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk menghadirkan proses belajar yang mampu mendorong peserta didik memahami konsep secara utuh, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.

Pembukaan dan pengarahan kebijakan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang (Kota Malang – Kota Batu), Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd.

Ia berharap hasil bimtek tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dalam praktik pembelajaran di kelas.

“Kami berharap hasil bimtek ini menjadi titik awal perubahan praktik pembelajaran di SMAN 2 Kota Malang. Guru diharapkan mampu merancang pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan bermakna sehingga murid tidak hanya menghafal materi, tetapi memahami, menganalisis, dan mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata,” katanya.

Pembukaan kegiatan sekaligus pengarahan kebijakan disampaikan oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang (Kota Malang–Kota Batu), Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.

Baca juga : SMAN 2 Kota Malang Dorong Prestasi Siswa dengan UKBI

Menurut Hastini, perubahan paradigma belajar harus menggeser orientasi pembelajaran dari sekadar mengejar penyelesaian materi menuju pembelajaran yang memberikan makna dan pengalaman belajar yang utuh kepada peserta didik.

“Pembelajaran harus membantu murid memahami makna dari materi yang dipelajari,” ujar Hastini.

Ia menambahkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta karakter peserta didik. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta memperoleh penguatan materi mengenai konsep Pembelajaran Mendalam, strategi implementasinya di kelas, penyusunan modul ajar, hingga pengembangan asesmen berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). Seluruh perangkat pembelajaran tersebut dirancang untuk diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Baca juga : SMANDA Cup 2026 Tuntas, Ajang Voli Pelajar Jatim Hasilkan Juara Baru

Bimtek dilaksanakan selama empat hari dengan pola dua hari tatap muka (in) dan dua hari penugasan mandiri (on). Kegiatan tatap muka berlangsung pada Kamis (25/6/2026) dan Selasa (30/6/2026), sedangkan penyelesaian tugas mandiri dilaksanakan pada Jumat (26/6/2026) dan Senin (29/6/2026).

Pada sesi on, peserta menyusun perangkat pembelajaran sesuai mata pelajaran masing-masing sebagai bentuk implementasi materi yang telah diperoleh. Seluruh hasil kerja kemudian dipresentasikan pada hari terakhir pelaksanaan bimtek oleh perwakilan setiap kelompok mata pelajaran. Presentasi tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus evaluasi terhadap rancangan pembelajaran yang telah disusun.

Melalui kegiatan ini, SMAN 2 Kota Malang berharap seluruh guru semakin siap menerapkan Pembelajaran Mendalam dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penyampaian materi semata, melainkan mampu membentuk peserta didik yang berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta memiliki kemampuan memecahkan berbagai persoalan nyata sesuai tuntutan abad ke-21.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *