TK Negeri Pembina 1 Malang Laksanakan School Camp Bertema Pembelajaran Luar Kelas

Kegiatan api unggun dalam School Camp TK Negeri Pembina 1 Malang menjadi sarana pembelajaran kebersamaan dan pengalaman sosial anak di luar kelas. (Foto: Agnessa/Berpola)

Malang, Berpola- Pagi itu, halaman TK Negeri Pembina 1 Malang tidak seperti biasanya. Bukan hanya suara langkah kecil yang berlarian, tetapi juga tenda-tenda kecil, tas ransel mungil, dan wajah-wajah penuh rasa ingin tahu. Setelah sempat terhenti selama masa pandemi, kegiatan School Camp akhirnya kembali digelar pada 23 Januari 2026.

Kegiatan yang pertama kali dilaksanakan pada 2019 ini bukan sekadar agenda tahunan. Bagi anak-anak, School Camp adalah pengalaman baru: belajar tanpa meja, tanpa papan tulis, dan tanpa batasan ruang kelas.

Baca juga: Belajar Berbagi Sejak Usia Dini, TK Laboratorium UM Tanamkan Empati Lewat Senabung

School Camp menjadi bagian dari pembelajaran bertema Alam Semesta. Namun, pelajarannya tidak disampaikan lewat cerita panjang atau gambar di buku. Anak-anak diajak mengalaminya langsung merasakan kebersamaan, mengenal lingkungan, dan belajar melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Nuansa berkemah sengaja dihadirkan agar proses belajar terasa lebih nyata dan menyenangkan.

Anak-anak TK Negeri Pembina 1 Malang bersama guru berpose di depan tenda sebelum mengikuti rangkaian kegiatan School Camp. (Foto: Agnessa/Berpola)

Kepala TK Negeri Pembina 1 Malang, Niken Dwi Hastuti, menyebut School Camp sebagai ruang belajar yang berbeda.
“Di sini anak-anak belajar bersosialisasi, saling mengenal, dan merasakan kebersamaan yang mungkin jarang mereka alami,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, anak-anak mengikuti berbagai aktivitas sederhana: api unggun, makan bersama, hingga tidur bersama di sekolah. Tidak ada tantangan besar, tetapi justru dari hal-hal kecil itulah pembelajaran tumbuh. Anak-anak belajar menunggu giliran, berbagi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan baru di luar rutinitas rumah.

Baca juga: Endel, ikhtiar PAUD Terpadu Anak Saleh merawat literasi, teknologi, dan karakter sejak usia dini

Antusiasme terlihat hampir di setiap sudut. Ada yang tampak begitu gembira bisa bermain dan berkumpul bersama teman-temannya. Ada pula yang terlihat penasaran, menatap api unggun dengan mata berbinar, atau mencoba menenangkan diri saat pertama kali tidur di sekolah tanpa orang tua di sampingnya.

Menurut Niken, pengalaman semacam ini penting untuk menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan diri anak sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak belajar dari apa yang mereka alami langsung, bukan hanya dari cerita atau penjelasan di kelas,” katanya.

Baca juga : Momen Haru di MATOS Saat Siswa KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang Merayakan Ayah sebagai Pahlawan

Pembukaan kegiatan School Camp turut dihadiri oleh perwakilan Bidang PNFI PAUD serta Ibu Pendamping Satuan Pendidikan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap pembelajaran luar kelas yang diterapkan sekolah.

Dukungan juga datang dari paguyuban sekolah. Orang tua terlibat dalam persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, menjadikan School Camp sebagai hasil kolaborasi antara sekolah dan keluarga, sebuah kerja bersama demi pengalaman belajar yang aman dan berkesan.

Lewat School Camp, TK Negeri Pembina 1 Malang berharap anak-anak tidak hanya membawa pulang cerita tentang tenda dan api unggun, tetapi juga rasa kebersamaan, keberanian mencoba hal baru, dan kenangan kecil yang kelak akan tumbuh bersama mereka.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *