Dari Lapangan Sekolah, Mental Juara Pelajar Ditempa di SMANDA CUP Season 19

Serve perdana oleh Kepala Sekolah SMAN 2 Kota Malang sebagai simbol pembukaan SMANDA Cup Season 19 (Foto: Ist/Berpola)

Malang, Berpola- Sorak sorai penonton memecah pagi di Lapangan SMA Negeri 2 Kota Malang. Bola melayang cepat di udara, disambut receive rapi, lalu dihantam keras ke area lawan. Di lapangan, bukan hanya skor yang dipertaruhkan tetapi juga keberanian, disiplin, dan mental juara.

Turnamen voli antar-SMP/MTs bertajuk SMANDA CUP 2026 ini digelar mulai 31 Januari hingga 15 Februari 2026, dengan laga-laga yang berlangsung setiap Sabtu dan Minggu. Tahun ini, sebanyak 31 tim ambil bagian. Sebanyak 18 tim putra dan 13 tim putri saling beradu kemampuan dalam format kompetisi yang ketat.

Tak hanya sekolah-sekolah dari Malang Raya, SMANDA CUP juga diikuti oleh peserta dari Jember, Kota Blitar, dan Kabupaten Blitar. Kehadiran tim lintas daerah tersebut membuat atmosfer pertandingan kian kompetitif, sekaligus memperluas jejaring antarsekolah.

Dengan sistem gugur, setiap pertandingan menjadi laga hidup-mati. Sekali kalah, tim harus angkat koper. Tidak ada ruang untuk lengah. Setiap poin harus diperjuangkan, setiap rotasi pemain harus diperhitungkan. Di sinilah mental juara benar-benar diuji.

Baca juga : Kelas Atlet SMK Nasional Malang: Menjaga Prestasi, Menguatkan Pendidikan

“Karena sistemnya gugur, semua tim harus tampil maksimal sejak awal. Tidak boleh lengah dan harus konsisten mengejar angka,” ujar Agus Setiono, guru olahraga SMAN 2 Kota Malang sekaligus ketua panitia SMANDA CUP 2026.

Seluruh pertandingan dipimpin oleh wasit resmi dan profesional, serta menerapkan peraturan terbaru dari PBVSI. Agus, yang juga dikenal sebagai wasit senior kompetisi voli tertinggi Tanah Air, Proliga, turut memberikan pembekalan teknis kepada peserta.

“Salah satu aturan terbaru, pemain tidak boleh menghalangi servis. Jadi sekarang dilarang mengangkat tangan di atas kepala saat rekan setim melakukan servis,” jelasnya.

Baca juga : Easy Climb Malang Hadir dengan Wajah Baru, Ruang Latihan Lebih Aman dan Inklusif

Kepala Sekolah menyampaikan sambutan di hadapan para kontingen pd pembukaan SMANDA Cup Season 19 (Foto: Ist/Berpola)

Di balik tensi pertandingan yang tinggi, SMANDA CUP juga memiliki makna simbolik. Turnamen ini digelar sebagai bagian dari perayaan HUT ke-76 SMAN 2 Kota Malang. Namun, alih-alih merayakan secara internal, sekolah yang beralamat di Jalan Laksamana Martadinata No. 84 itu memilih berbagi kebahagiaan dengan dunia pendidikan di luar pagar sekolah.

“Kami ingin perayaan ulang tahun sekolah juga memberi dampak ke luar. Salah satunya dengan membuka ruang bagi talenta-talenta voli pelajar SMP dan MTs untuk berkembang,” lanjut Agus.

Sejalan dengan itu, Kepala SMA Negeri 2 Kota Malang, Eny Retno Diwati, M. Pd. menegaskan bahwa SMANDA CUP bukan sekadar turnamen olahraga.

Baca juga : Berlari di Lintasan Sejarah, Merawat Nilai Kemanusiaan

“SMANDA CUP tidak hanya tentang pertandingan, tetapi tentang membangun mental juara. Kami siap memfasilitasi siswa berprestasi di bidang olahraga agar mampu berkembang secara seimbang antara prestasi akademik dan nonakademik,” tuturnya.

Dari setiap peluit wasit, selebrasi poin, hingga peluh yang jatuh di lapangan, SMANDA CUP Season 19 menjadi ruang pembelajaran yang utuh. Di sinilah pelajar belajar kalah dengan lapang dada, menang dengan rendah hati, dan tumbuh dengan karakter.

Dari lapangan sekolah ini pula, bukan mustahil, lahir atlet-atlet muda yang kelak membawa nama daerah bahkan bangsa ke panggung yang lebih tinggi.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *