
Kabupaten Malang, Berpola– Implementasi Kurikulum Merdeka mendorong terciptanya pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna di berbagai sekolah, termasuk di Kabupaten Malang. Semangat gotong royong dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan, seperti yang diterapkan di SMA Negeri 1 Lawang.
Di sekolah ini, Kepala SMA Negeri 1 Lawang, Syarifatur Rofiah, menggagas sebuah program bernama “Sapa Pagi”, yang bertujuan untuk meningkatkan kekompakan dan kompetensi para guru. Program ini menjadi ruang bagi para guru untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta strategi mengajar sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Melalui program ini, semua guru memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman mengajar. Mereka bisa saling belajar dan memperoleh wawasan baru guna meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas,” ujar Syarifatur saat ditemui di sekolah, Senin (7/10/2025).

Program Sapa Pagi dilaksanakan secara rutin, tidak hanya setiap Senin usai upacara, tetapi juga setiap pagi sebelum pelajaran dimulai. Kegiatan ini berfungsi ganda: sebagai forum pengembangan profesional guru sekaligus sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada siswa.
Lebih dari sekadar program internal, SMA Negeri 1 Lawang juga membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti Koramil, pengawas sekolah, dan elemen masyarakat lainnya. Kehadiran mereka tidak hanya mendukung kelancaran kegiatan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah.
Menurut Syarifatur, masukan dari berbagai pihak, termasuk siswa, menjadi bahan evaluasi dan refleksi bagi para guru dalam mengembangkan keterampilan pedagogis serta menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif.
“Ini menjadi refleksi kita bersama: bagaimana menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik,” tambahnya.
Baca juga :
Menyala di Tengah Gelap, Perjuangan Guru di TBM Lentera Talangsuko
Elarissa Hilman, Menyulap Sawah Menjadi Ruang Temu
Program Sapa Pagi telah berjalan hampir lima bulan. Syarifatur berharap inisiatif ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas guru dan prestasi siswa. Dengan guru yang lebih siap dan efektif dalam menyampaikan materi, siswa pun diharapkan menjadi lebih aktif dan mendapatkan pengalaman belajar yang lebih baik.
“Kami ingin siswa memiliki bekal yang kuat, tidak hanya untuk sukses di sekolah, tetapi juga siap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang lebih bergengsi,” tuturnya.
Lewat langkah-langkah sederhana namun bermakna ini, SMA Negeri 1 Lawang membuktikan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan bisa dimulai dari ruang-ruang kecil tempat para guru saling belajar, terbuka terhadap masukan siswa, dan tumbuh bersama. Dengan kolaborasi yang melibatkan berbagai pihak, pembelajaran tidak lagi menjadi rutinitas semata, melainkan proses yang membangkitkan semangat dan rasa ingin tahu untuk belajar. (Ola)
Pingback: Eco Print Jadi Media Belajar Akhlak di KB-TK Al Azhar 56 Malang - Berpola
Pingback: HISKI Komisariat Malang Raih Penghargaan Komisariat Teraktif dan Produktif 2025 - Berpola