SMAN 2 Kota Malang Dorong Prestasi Siswa dengan UKBI

SMA Negeri 2 Malang saat meluncurkan program unggulan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) (Foto: Ist/Berpola)

Kota Malang, Berpola – Bahasa adalah cermin peradaban. Melalui bahasa, manusia berpikir, berinteraksi, dan meneguhkan jati diri kebangsaan. Semangat itu pula yang dihidupkan oleh SMA Negeri 2 Kota Malang melalui program unggulannya KUNCI (Kuasai UKBI, Nyalakan Cita-cita).

Pada rentang Juli hingga Agustus 2025, sekolah ini sukses menggelar Giat UKBI (Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia) yang diikuti seluruh peserta didik dengan antusias. Suasana belajar yang semarak dan inspiratif di setiap ruang kelas menjadi bukti bahwa literasi dapat tumbuh melalui kegiatan yang menyenangkan dan bermakna.

Tahun ini, sekolah yang berada di Kecamatan Klojen tersebut memperkenalkan lima inovasi baru guna memperkaya pelaksanaan UKBI sekaligus meningkatkan partisipasi siswa. Program unggulan sebelumnya, PRIMA (Pelayanan muRId MAndiri), juga tetap dijalankan sebagai wujud komitmen untuk menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab belajar.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah, dilanjutkan pengarahan teknis yang menjelaskan langkah-langkah pelaksanaan UKBI Adaptif Merdeka. Sebagai bentuk pendampingan, pihak sekolah juga membuka Posko UKBI sebagai pusat informasi dan layanan bagi peserta yang mengalami kendala teknis.

Baca juga: Eco Print Jadi Media Belajar Akhlak di KB-TK Islam Al Azhar 56 Malang

Selain itu, diterapkan sistem PK2H (Pencatatan Kendala dan Kejadian Harian) yang memantau jalannya kegiatan setiap hari mulai dari gangguan jaringan hingga umpan balik siswa. Melalui sistem ini, berbagai kendala dapat segera ditindaklanjuti agar pelaksanaan berjalan lancar.

Kepala SMAN 2 Kota Malang, Eny Retno Diwati, menegaskan pentingnya literasi sebagai dasar kemajuan bangsa.

“Ilmu pengetahuan dan teknologi akan lebih mudah diraih dengan literasi, dan fondasi literasi adalah bahasa,” ujarnya, Senin (13/10/2025)

Eny menjelaskan, penguasaan bahasa mencakup tiga ranah utama: Bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing. Dalam konteks itu, UKBI bukan sekadar tes, melainkan alat ukur literasi menyeluruh yang meliputi kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan memahami.

“Literasi bukan hanya membaca, tetapi juga memahami, memaknai, dan menerapkan makna dari yang dibaca,” imbuhnya.

Baca juga : Gelis Merdeka Konsisten Menumbuhkan Literasi di SMAN 1 Malang

Sejak menjadi pelaksana awal UKBI Adaptif Merdeka pada 2024, sekolah ini telah merasakan dampak positif dalam proses belajar-mengajar. “Pelaksanaan UKBI membuat pembelajaran lebih efektif. Siswa lebih mudah memahami materi, dan guru dapat menyesuaikan metode pengajaran,” tutur Eny.

Selain mengasah kemampuan berbahasa Indonesia, sekolah di jantung Kota Malang itu juga berkomitmen melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. “Bahasa asing penting dikuasai, tetapi bahasa daerah juga harus dijaga. Itu jati diri bangsa,” ujarnya menegaskan.

Dengan semangat KUNCI dan inovasi PRIMA, sekolah ini bertekad melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bijak berbahasa dan berkarakter literat.
“Harapannya, sekolah ini menjadi teladan dalam penggunaan Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan beretika,” Pungkasnya. (Ola)

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *