Ekskul KIR SMAN 1 Kepanjen, Rumah bagi Calon Peneliti Muda

Erma bersama tim KIR Smaneka (foto: Ist/Berpola)

Kabupaten Malang, Berpola–  Di tengah era digital yang berkembang pesat, kebutuhan akan penelitian berkualitas semakin terasa penting. Menjawab tantangan tersebut, Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 1 Kepanjen (SMANEKA) hadir sebagai wadah bagi siswa yang ingin mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis ilmiah, dan meneliti dengan landasan metodologis yang kuat.

Ekskul ini berfokus pada pembinaan, pelatihan, serta pendampingan penulisan karya ilmiah, esai, dan jurnal penelitian. Didirikan dengan semangat untuk menjadi ruang belajar yang produktif, KIR SMANEKA mendorong siswanya agar tak hanya mampu menulis, tetapi juga memahami esensi penelitian yang sesungguhnya.

“Penulisan karya ilmiah bukan sekadar menyusun kata menjadi dokumen, tetapi tentang memahami metodologi, struktur yang baik, dan menyajikan data secara tepat,” tutur Erma Syifaul Hasanah, pembimbing ekskul KIR SMANEKA.

Erma saat membimbing anggota KIR Smaneka (foto: Vranola/Berpola)

Dari Bimbingan hingga Pembentukan Karakter

Sebagai pembimbing, Erma merancang setiap sesi pelatihan dengan cermat. Siswa tidak hanya diajarkan teknik menulis yang baik, tetapi juga diajak memahami proses penelitian dari awal hingga akhir.

“Anak-anak harus bisa menulis hasil penelitiannya secara runtut dan sistematis,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Ia juga memanfaatkan jaringannya di dunia akademik untuk memperluas wawasan siswa. Tak jarang, anggota KIR diajak berinteraksi langsung dengan narasumber ahli, berdiskusi, hingga mempresentasikan ide penelitian mereka. Dalam perannya, Erma tak hanya menjadi pembimbing, tetapi juga pendamping yang menyediakan berbagai kebutuhan pendukung agar penelitian siswa berjalan optimal.

Konsistensi di Tengah Tantangan

Sudah hampir delapan tahun KIR SMANEKA berdiri. Meski sempat vakum saat pandemi COVID-19, kini ekskul ini kembali aktif dan menunjukkan taringnya. Erma mengakui, menjadi anggota KIR berarti siap berkomitmen dan berkorban waktu.

“Ketika bergabung di KIR, anak-anak harus rela menyisihkan waktu libur. Mereka lebih sering ke laboratorium atau turun ke lapangan mencari data. Bahkan sepulang sekolah pun tetap meluangkan waktu untuk konsultasi,” ujarnya.

Rutinitas latihan menjadi hal yang biasa, apalagi menjelang lomba.

“Kita hampir tiap hari latihan, apalagi jika ada kompetisi,” katanya sambil tersenyum.

Baca juga : Menanam Nilai, Menumbuhkan Karakter: Kiprah Rohis Utsfillah di SMAN 1 Kepanjen

Segudang Prestasi, Segunung Semangat

Soal prestasi, KIR SMANEKA tak perlu diragukan lagi. Dari tingkat nasional hingga internasional, berbagai penghargaan telah diraih. Tak hanya pada karya tulis, tetapi juga kemampuan presentasi yang mengesankan.
“Kalau untuk lomba nasional yang diselenggarakan di universitas, kita sering menang,” tutur Erma bangga.

Sebagai guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing, ia mengakui bahwa penelitian sosial yang sering digarap siswanya bukan perkara mudah. “Data di lapangan sering berubah, jadi mereka harus sabar dan teliti,” ujarnya.

Dedikasi dan kedisiplinan Erma diakui para peserta didiknya. Sikap seriusnya dalam membimbing terbukti melalui deretan prestasi yang berhasil diraih ekskul ini.

Dengan penuh harap, Erma menutup percakapan dengan nada reflektif.

“Saya hanya ingin ilmu yang mereka pelajari di KIR ini bisa bermanfaat, tidak hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat,” ucapnya lembut.

Ekskul KIR SMANEKA bukan sekadar wadah bagi siswa yang suka menulis dan meneliti. Ia adalah ruang tumbuh, tempat di mana semangat belajar, disiplin, dan ketekunan dirajut menjadi bekal masa depan.

4 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *