Melalui Canting, Leni Rawat Warisan Budaya Batik

Kab. Malang, Berpola- Di sebuah halaman rumah sederhana di Desa Sumber Rejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, di bawah cahaya sore yang lembut, seorang perempuan tampak tekun menorehkan malam di atas selembar kain putih. Tangannya bergerak perlahan, membentuk garis demi garis dengan canting. Perempuan itu adalah Leni, pembatik yang telah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya pada warisan budaya Indonesia.

Pertemuan pertama dengan Leni meninggalkan kesan hangat. Ia menyambut dengan senyum ramah dan keterbukaan, seolah menghadirkan suasana pulang ke kampung halaman. Namun setelah berbincang, ia kembali larut dalam pekerjaannya. Di tangannya, waktu seakan berjalan lebih lambat.

Baca juga : Terinspirasi Prasasti Sangguran, Joglo Pawiyatan Lahirkan Batik Beraksara Kawi

Di halaman rumahnya, kain-kain batik tergantung, sebagian belum sepenuhnya kering. Hembusan angin membuatnya bergoyang pelan, menghadirkan suasana yang hidup dan tenang sekaligus. Leni duduk di antara warna-warna itu, menyatu dengan ruang dan pekerjaannya.

Bagi Leni, batik bukan sekadar kain. Ia adalah warisan budaya, identitas, sekaligus bagian dari kehidupan sehari-hari. Setiap motif memiliki makna, setiap goresan menyimpan cerita. Namun lebih dari itu, batik telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Sosok Leni, pembatik yang telah mengabdikan lebih dari dua dekade hidupnya pada warisan budaya Indonesia.(Foto: Nova/Berpola)

Salah satu keunikan karya Leni terletak pada motif yang ia kembangkan. Ia dikenal dengan motif bergambar mantu kucing yang menjadi ciri khas dalam setiap karyanya. Motif tersebut tidak hanya menghadirkan kesan unik dan berbeda, tetapi juga menjadi identitas yang membedakan batik buatannya dengan karya pembatik lainnya.

Ia mulai mengenal batik sejak usia muda. Awalnya hanya sekadar belajar, tanpa rencana besar. Namun seiring waktu, kegiatan membatik menjadi kebiasaan yang terus ia jalani hingga akhirnya tak terpisahkan dari dirinya.

Setiap pagi, Leni memulai harinya dengan menyiapkan kain dan menggambar pola. Canting di tangan kanannya mengalirkan malam panas, membentuk motif secara perlahan, termasuk motif kucing yang menjadi ciri khasnya. Proses membatik yang panjang mulai dari menggambar, memberi malam, pewarnaan, hingga penjemuran dijalani dengan penuh kesabaran.

Baca juga : Perjalanan Gaga Rizky Membawa Wayang Suket Menembus Panggung Dunia

“Membatik membuat pikiran saya tenang. Saya bisa bercerita lewat setiap goresan,” ujar Leni suatu sore, ditemani asap dari perapian kecil tempat ia memanaskan lilin.

Di lingkungan sekitarnya, Leni dikenal sebagai sosok yang tidak hanya membatik, tetapi juga berbagi ilmu. Ia kerap mengajarkan teknik membatik kepada warga yang ingin belajar. Baginya, batik bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk dilestarikan bersama.

Ketika ditanya alasan ia terus membatik selama bertahun-tahun, Leni hanya menjawab singkat, “Karena saya menikmatinya.” Jawaban sederhana yang mencerminkan ketulusan sekaligus keteguhannya.

Hasil karya Leni (Foto: Nova/Berpola)

Di tengah arus modernisasi yang serba cepat, apa yang dilakukan Leni menjadi pengingat bahwa tidak semua hal harus berjalan tergesa-gesa. Membatik adalah tentang proses, ketekunan, dan kesediaan untuk menjalani waktu dengan penuh makna.

Menjelang senja, cahaya di halaman rumahnya semakin redup. Kain-kain batik masih tergantung, bergerak perlahan tertiup angin. Leni tetap duduk di tempatnya, melanjutkan pola yang belum selesai.

Di setiap garis yang ia goreskan, tersimpan lebih dari sekadar motif. Ada waktu, kesabaran, dan kehidupan yang mengalir perlahan namun pasti. Melalui tangannya, Leni tidak hanya menciptakan batik, tetapi juga menjaga warisan dengan caranya sendiri, dalam perjalanan hidup yang tak terpisahkan dari setiap helai kain yang ia buat.

Penulis : Nova Bagas Priambodo (School of Journalism and Communication, Shanghai University)

Editor : Vranola Ekanis Putri

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *