
Kepanjen, Berpola- Langkah demi langkah ditempuh menyusuri jalanan Kota Kepanjen, para peserta Mlaku Bareng Kepanjen mendengarkan kisah tentang sejarah yang selama ini mungkin terlewatkan. Kegiatan ini menjadi cara unik mengenalkan kembali identitas kota kepada generasi muda.
Ruang Belajar Sejarah di Luar Kelas
Mlaku Bareng Kepanjen (MBK) merupakan komunitas yang dibentuk untuk mengenalkan sejarah serta berbagai potensi daerah kepada masyarakat. Kegiatan ini dilakukan melalui jalan santai bersama yang digelar setiap Minggu pagi, sekaligus menjadi ruang belajar sejarah secara langsung.
Kegiatan ini digagas oleh seorang konten kreator bernama Dedy Prasetyo. Ia mengungkapkan bahwa dirinya ingin melihat Kepanjen semakin hidup melalui berbagai kegiatan positif yang membawa dampak nyata bagi masyarakat. Komunitas ini sendiri telah berjalan sejak tahun 2024. Lebih dari sekedar berjalan, kegiatan ini juga bertujuan menghadirkan ruang jejaring (networking) dan berbagi pengalaman, sekaligus membangun kesadaran kolektif di antara para peserta.
Baca juga : Komunitas Jogging Wisata Malang Mengubah Cara Kita Menikmati Malang
Peserta yang mengikuti kegiatan ini pun beragam, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tak sedikit pula generasi muda yang antusias mengikuti kegiatan tersebut untuk mengeksplorasi dan belajar lebih banyak tentang sejarah lokal.
Ia menuturkan, ”awalnya peserta didominasi warga setempat. Namun, seiring waktu, semakin banyak peserta yang datang dari luar Kepanjen, seperti Malang Kota, Dampit, Turen, Gondanglegi, dan wilayah lainnya.”
Jika pada awal pelaksanaannya MBK hanya diikuti sekitar 10 orang, kini jumlah pesertanya meningkat signifikan hingga mencapai 200–300 orang dalam setiap kegiatan.
Menyusuri Titik-Titik Bersejarah di Wilayah Kepanjen

Setiap kegiatan MBK menghadirkan rute dan titik lokasi yang berbeda-beda. Jarak tempuhnya pun disesuaikan, dengan maksimal sekitar lima kilometer agar tetap nyaman diikuti seluruh peserta. Sebelum kegiatan dimulai, penyelenggara terlebih dahulu memberikan pengarahan (briefing) guna memastikan ketertiban dan kelancaran selama perjalanan berlangsung.
Di setiap rute yang dilalui, penyelenggara turut menjelaskan informasi terkait sejarah maupun potensi kawasan tersebut. Dengan demikian, peserta tidak hanya berjalan santai, tetapi juga memperoleh pengetahuan baru tentang lingkungan sekitar.
Baca juga : Easy Climb Malang Hadir dengan Wajah Baru, Ruang Latihan Lebih Aman dan Inklusif
Penjelasan disampaikan secara santai dan mengalir, tanpa kesan menggurui. Peserta pun diajak berdialog, sehingga suasana tetap interaktif dan penuh antusiasme sepanjang perjalanan.
Tidak hanya berjalan santai, MBK juga menginisiasi gerakan “Langkah Ambil Sampah”. Kegiatan ini dilakukan dengan memungut sampah yang ditemui di sepanjang rute perjalanan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Di balik antusiasme tersebut, Dedy Prasetyo juga mengungkapkan kekhawatirannya. “Semakin banyak peserta yang ikut berpotensi mengganggu lingkungan sekitar karena itu, briefing selalu dilakukan sebelum kegiatan dimulai guna menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama.” ujarnya.
Melalui langkah-langkah sederhana, Mlaku Bareng Kepanjen tidak hanya menghadirkan aktivitas fisik, tetapi juga menghidupkan kembali ingatan kolektif tentang sejarah dan identitas daerah. Di tengah perkembangan zaman yang kian pesat, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa mengenal akar sejarah adalah bagian penting dalam membangun masa depan.