
Kab. Malang, Berpola — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39 SMAN 1 Gondanglegi pada 20 Desember 2025 dimaknai sebagai ruang kolaborasi. Sekolah yang bealamat Jl. Raya Ketawang tersebut merangkai beragam kegiatan yang menautkan sportivitas, kreativitas, dan kebersamaan, dengan melibatkan siswa, guru, hingga jejaring sekolah lain di Malang Raya.
Rangkaian perayaan dibuka melalui Semanggi Futsal Championship. Turnamen ini menarik antusiasme tinggi dari pelajar SMP se-Malang Raya hingga jumlah pendaftar melampaui kuota yang disiapkan panitia.

Kepala SMAN 1 Gondanglegi, Sugeng Harianto, S.Pd., M.Pd., menjelaskan keterbatasan waktu dan teknis pelaksanaan membuat panitia hanya membuka kuota 16 tim. Meski demikian, atmosfer pertandingan tetap berlangsung kompetitif dan penuh semangat.
“Futsal bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana silaturahmi serta pembelajaran nilai sportivitas bagi para pelajar lintas sekolah,” ujar Sugeng.
Baca juga : Gebyar AKW XXV SMAN 1 Kepanjen Hadirkan Ragam Karya dan Inovasi Pelajar
Pada hari yang berbeda, perayaan berlanjut melalui Gebyar Seni yang melibatkan siswa kelas X dan XI. Panggung sekolah diisi beragam penampilan, mulai dari tari, musik, hingga kolaborasi seni yang ditampilkan secara bergantian.
Menurut Sugeng, kegiatan seni merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Panggung seni, kata dia, memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri sekaligus belajar bekerja sama.
“Proses latihan, persiapan, hingga keberanian tampil di hadapan publik merupakan bagian dari pendidikan karakter,” katanya.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan jalan sehat yang melibatkan guru, siswa, serta keluarga besar sekolah. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana akrab, menegaskan sekolah sebagai ruang komunitas, bukan semata ruang akademik.
Baca juga : Belajar Sastra dari Panggung, Tetragrama Hidupkan Proses Kreatif Mahasiswa di Fakultas Sastra UM
Menjelang puncak perayaan, suasana sekolah berubah. Mengusung tema Harry Potter, area sekolah dihias menyerupai dunia sihir ala Hogwarts. Gerbang, lorong, hingga panggung ditata secara tematik, menghadirkan pengalaman visual yang berbeda bagi warga sekolah.

Pada momentum puncak ini, sekolah juga menggelar penganugerahan Kangmas dan Mbakyu SMAN 1 Gondanglegi sebagai Duta Sekolah. Prosesi tersebut menjadi ruang apresiasi bagi siswa terpilih yang dinilai mampu merepresentasikan nilai keteladanan, karakter, serta citra positif sekolah di lingkungan internal maupun eksternal.
Sugeng menyebut penganugerahan ini tidak sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter.
“Melalui Kangmas dan Mbak Yu, kami ingin menghadirkan figur siswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berakhlak, komunikatif, dan mampu menjadi duta nilai-nilai positif sekolah,” ujarnya.
Baca juga : Dari Kelas Iseng ke Panggung Besar: Perjalanan Westya Endra Membangun Morpho
Tema puncak acara dipilih untuk memberi pengalaman visual yang berkesan sekaligus menunjukkan bahwa ruang pendidikan dapat dikemas secara kreatif dan menyenangkan, tanpa meninggalkan substansi pembelajaran.

Panggung hiburan kemudian menutup rangkaian acara dengan penampilan band Twenty Nine dan DJ Franz. Musik dan tata cahaya menyatu, mengikat penonton dalam suasana perayaan yang meriah.
Sugeng menilai seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang aktualisasi siswa. Ia menekankan pentingnya kegiatan nonakademik dalam membentuk karakter dan kepercayaan diri.
“Antusiasme terlihat dari berbagai sisi, baik peserta futsal, penampil seni, maupun siswa yang terlibat sebagai panitia. Harapannya, minat dan potensi siswa dapat terus terwadahi melalui kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan perayaan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Guru dan siswa, khususnya OSIS, berjalan beriringan sejak perencanaan hingga pelaksanaan. Dukungan sponsor turut memperkuat terselenggaranya acara sebagai bentuk kepercayaan terhadap kreativitas warga sekolah.
Memasuki usia ke-39, SMAN 1 Gondanglegi merayakan dirinya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan makna. Dari lapangan futsal yang penuh semangat, panggung seni yang ekspresif, hingga puncak acara bertema imajinatif, satu benang merah terasa kuat: kolaborasi menjadi denyut yang membuat sekolah terus hidup dan bertumbuh.